✍️ CATATAN SYAWWAL (34)
💦BISA JADI...
Saya pernah mendapatkan sebuah cerita menarik. Kurang lebih ceritanya begini..
Suatu hari, ada orang yang ingin ke bandara untuk naik pesawat. Tapi qadarullah, dia terjebak macet saat hendak menuju bandara.
Akhirnya, dia terlambat sampai ke bandara. Pesawat sudah berangkat. Dia pun sedih.
Tapi, tidak lama kemudian, dia dapat kabar, pesawat yang tidak jadi dia tumpangi mengalami kecelakaan. Semua penumpangnya meninggal dunia. Kecuali satu orang yang selamat.
Siapa dia?
Ya, orang itu! Yang tidak jadi berangkat karena ketinggalan pesawat.
Akhirnya, rasa sedih orang itu berubah jadi rasa syukur.
🌻🌻🌻
Dari kisah ini kita belajar bahwa terkadang takdir buruk yang kita alami adalah cara Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mendorong kita ke arah yang lebih baik.
Maka, hendaknya kita bersabar saat menerima kenyataan hidup yang pahit. Jangan pernah berburuk sangka terhadap takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Yakinlah, di balik setiap ujian yang kita hadapi, pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil. Pasti ada hikmahnya.
Ada yang berkata: "Barang siapa yang berbaik sangka kepada Allah, maka dia akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang dia sangkakan".
🌻🌻🌻
Ada juga cerita lain yang mengajarkan kita tentang pentingnya bersabar dan berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas takdir buruk yang kita dapatkan.
Ceritanya begini..
Ada orang yang terlilit hutang. Dia sudah berusaha untuk mencari uang, tapi tetap saja hutang tak kunjung lunas.
Suatu hari, anaknya sakit. Cukup parah, sehingga harus dirawat di rumah sakit. Bertambahlah beban hidupnya.
Tapi ternyata, sakit yang diderita anaknya justru adalah awal dari terbukanya pintu solusi.
Orang2 banyak yang menjenguk anaknya. Selain menjenguk, mereka juga memberi bantuan uang.
Ternyata, total uang bantuan yang didapat melebihi total hutangnya.
Akhirnya, dia mendapat dua kenikmatan setelah itu. Anaknya bisa sembuh dan hutangnya pun bisa lunas.
Demikian kurang lebih ceritanya.
🌻🌻🌻
Saya juga punya cerita pengalaman pribadi terkait takdir buruk yang berbuah manis...
Sekitar tiga tahun lalu, saya pernah merasakan sakit yang luar biasa di atas lutut kaki kanan. Pegal2. Nyeri. Rasanya seperti terbakar.
Karena merasa tidak nyaman dan membuat saya tidak bisa tidur nyenyak selama berhari2 lamanya, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke klinik. Waktu itu, saya mengira telah terkena asam urat.
Saat di klinik, tekanan darah dan kadar asam urat saya diukur. Keduanya normal.
Sebelum pulang, saat masih ngobrol2 dengan dokter, tiba2 istri saya bilang ke dokternya:
"Coba sekalian cek gula darahnya, Dok..!"
Setelah dicek, ternyata gula darah saya sangat tinggi: 386 mg/dL. Normalnya untuk gula darah sewaktu adalah 140 mg/dL.
Dokter pun kaget 😲
Ada dugaan saya terkena diabetes.
Akhirnya, saya diberi obat gula darah untuk sekitar seminggu.
"Kalau dalam sepekan gula darah belum normal juga, saya akan rujuk ke dokter penyakit dalam," kata dokter.
Selama sekitar sepekan saya minum obat gula darah pemberian dokter. Tapi, kadar gula darah tak kunjung membaik. Seingat saya masih di angka 300-an.
Akhirnya, karena tidak mau ke rumah sakit, maka saya pun berusaha mencari informasi tentang cara menurunkan kadar gula darah dengan cepat.
Alhamdulillah, akhirnya saya dapat informasi bahwa gula darah bisa normal dengan cara menjaga pola makan dan olah raga.
Saya akui, pola makan saya waktu itu memang berantakan. Apa saja mau dimakan. Hampir semuanya manis2.
Gorengan juga doyan. Hampir setiap hari makan gorengan. Kadang sehari bisa lebih dari 4 buah gorengan.
Kemudian, saya juga suka minum minuman dingin yang manis2. Kadang bisa dua gelas sehari.
Ngopi manis pun saya suka. Sehari bisa tiga gelas. Pagi, siang dan malam.
Kebiasaan buruk saya juga waktu itu adalah makan berat di malam hari. Tidak lama setelah makan, saya langsung rebahan. Padahal ini adalah kebiasaan yang sangat berbahaya untuk kesehatan.
Aktivitas sehari2 saya kebanyakan duduk. Olah raga sangat jarang. Bahkan hampir tidak pernah.
Akhirnya, saya diberi teguran berupa rasa sakit di lutut yang kemudian memaksa saya untuk pergi ke dokter. Setelah ketemu dokter, saya baru tahu bahwa ternyata saya terkena penyakit diabetes.
Alhamdulillah, 'ala kulli haal..
Qadarullah wa maaa sya'a fa'ala..
Tapi ternyata, teguran dari Allah ini membuat saya bisa hidup lebih baik.
Setelah itu, saya mulai perhatian dengan apa yang saya makan dan saya minum. Saya juga jadi rajin olah raga.
Alhamdulillah, badan jadi terasa lebih sehat. Tubuh lebih enteng. Berat badan jadi turun 10 kilo dalam 10 harian. Sekarang mencapai angka ideal 💪
🌻🌻🌻
Jadi intinya..
Bisa jadi, musibah yang sedang kita alami sekarang adalah cara Allah untuk mendorong kita ke arah yang lebih baik.
Mungkin awalnya kita sakit menerimanya. Kita tidak menyukainya.
Tapi kita harus yakin bawah di balik itu pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216)
Jadi sekali lagi..
Seburuk apapun takdir yang kita terima..
Bersabarlah!
Bersangka baik saja kepada-Nya.
Wallahu a'lam.
✍️ Bogor, Selasa pagi 25 Syawwal 1447H/14 April 2026
@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar