✍️ CATATAN SYAWWAL (20)
💦 BELUM ADA JUDUL 😁
Alhamdulillah, Siang tadi (Sabtu 4 April 2026), saya berkesempatan untuk berkunjung ke rumah seorang kawan. Sudah sangat lama kami tidak bejumpa. Sekian tahun lamanya. Beliau adik kelas saya waktu kuliah di IPB. Tapi kami beda jurusan.
Sebenarnya, keinginan untuk berkunjung sudah saya sampaikan sejak bulan Ramadhan yang lalu. Sekitar tanggal 20 Maret 2026.
Ceritanya waktu itu, ada yang memberi kabar di Grup WA teman2 alumni IPB bahwa kawan saya ini sedang berjuang melawan kanker. Tidak lama kemudian, beliau langsung saya japri lewat WA.
Setelah saya tanyakan kabar dan kondisi kesehatannya, kemudian saya minta izin untuk berkunjung ke rumahnya kapan2. Beliaupun mengizinkan.
Alhamdulillah, baru hari ini kesampaian untuk berkunjung ke rumahnya. Ditemani seorang kawan yang juga mengenalnya dengan baik. Mereka dulu satu angkatan.
Cukup lama kami ngobrol. Sekitar 3 jam.
Banyak hal yang kami perbincangkan. Dari mulai perbincangan tentang penyakit yang dia derita, tentang aktivitas harian, tentang keluarga, DLL (Dan Lupa Lagi 😁
🌻🌻🌻
Ada beberapa pelajaran yang bisa saya ambil dari kunjungan hari ini ke rumah kawan saya itu. Berikut ini diantaranya:
🌹SEHAT ITU NIKMAT
Sehat adalah nikmat besar yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada kita. Maka wajib kita syukuri. Diantaranya caranya adalah dengan menggunakan kesehatan sebagai bekal untuk melakukan sebanyak mungkin ibadah dan amal2 kebaikan.
Sayangnya, banyak orang yang baru sadar kalau sehat itu nikmat ketika sudah sakit.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah memberi nasihat:
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ
"Pergunakan lima perkara sebelum datang lima perkara!"
Diantaranya:
صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ
"Masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu".
(HR. Al-Hakim)
🌻🌻🌻
🌹MENJENGUK ORANG SAKIT
Hendaknya kita berusaha menjenguk orang yang sakit. Terutama orang2 yang kita kenal baik.
Bisa jadi, kunjungan kita bisa menghiburnya sekaligus membantu untuk meringankan bebannya.
Kalau kita tidak bisa memberi materi, kita bisa memberi nasihat dan motivasi. Minimal kita bisa mendoakan kebaikan untuknya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ
“Hak Muslim kepada Muslim yang lain ada enam.”
Diantaranya Beliau mengatakan:
وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ
"Apabila dia sakit, jenguklah dia".
(HR. Muslim)
Tapi ingat!
Sebelum berkunjung, hendaknya kita minta izin dulu. Sebab, tidak semua orang suka untuk dikunjungi.
Dan kalau bisa sih, kita bawa sesuatu saat berkunjung. Tidak tangan kosong 😁
🌻🌻🌻
🌹BERSIAP MENYAMBUT TAKDIR
Dari sudut pandang kita sebagai manusia, takdir itu ada yang baik dan ada yang buruk. Takdir yang baik adalah takdir yang sesuai keinginan kita. Misalnya, diberi kesehatan, kekayaan, dll.
Adapun takdir buruk adalah takdir yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Misalnya, diberi sakit parah, kemiskinan, dll.
Apapun takdir yang kita terima, maka kita harus bersiap menyambutnya. Supaya dapat pahala besar, kita harus bersiap untuk bersyukur kalau mendapat takdir baik, dan bersiap untuk bersabar kalau mendapat takdir buruk.
Dengan kedua hal ini, kita akan mendapatkan pahala besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan ini adalah ciri Mukmin sejati.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka dia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)
🌻🌻🌻
Itu saja mungkin pelajaran yang bisa saya sampaikan.
Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam.
✍️ Bogor, Malam Ahad 16 Syawwal 1447H/4 April 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar