Kamis, 29 Oktober 2026

KARENA KITA MENDENDAM, BUKAN MEMAAFKAN

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU... (3)


✍️BAB 3: KARENA KITA MENDENDAM, BUKAN MEMAAFKAN


Ada dua jenis beban: Beban di punggung dan beban di dada.

Beban di punggung bisa kita letakkan. Kita bisa istirahat. 


Tapi beban di dada? 


Kita bawa tidur, kita bawa shalat, kita bawa bekerja. Bahkan saat tertawa, beban itu tetap ada.


Itulah dendam. Itulah luka yang tidak kita maafkan.


Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya dengan penuh cinta di dalam al-Qur'an surat Al-Insyirah:


*أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ - وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ - الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ*


"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?" (QS. Al-Insyirah: 1-3)


Lihat urutannya!

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU... (2)


✍️BAB 2: KARENA KITA MENGGANTUNGKAN HATI KEPADA MANUSIA


Ada satu kelelahan yang tidak bisa disembuhkan dengan tidur. Namanya: 


Lelah berharap kepada manusia!


Pernahkah kita merasakan? 


Sudah berbuat baik semaksimal mungkin kepada seseorang, tapi tetap saja dikecewakan. 


Sudah membantu keluarga, tapi tetap disalahkan. 


Sudah bekerja keras untuk perusahaan, tapi tetap tidak dihargai.


Sudah berkorban untuk pasangan, tapi tetap merasa kurang.


Dada menjadi sesak bukan karena kita kurang berbuat baik. Tapi karena kita berharap balasan dari arah yang salah.

Kita berharap kepada manusia yang hatinya saja dipegang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lalu kita pun kecewa saat manusia itu berubah.


🌷BERSAMA AYAT TAWAKAL

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


*وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ*


“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. Ath-Thalaq: 3)


Ayat ini letaknya sangat unik. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman di QS. At-Thalaq. 


Ayat ini turun membahas tentang perceraian. Tentang seorang suami yang menceraikan istrinya. Tentang iddah. Tentang nafkah. Tentang tempat tinggal.


Di saat seorang wanita diceraikan, apa yang paling ia pikirkan?

KARENA KITA MERASA JADI SIAPA-SIAPA

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU.... (1)


✍️BAB 1: KARENA KITA MERASA JADI SIAPA-SIAPA



"Hidup kita akan tenang jika kita menganggap diri kita bukan siapa-siapa di hadapan orang-orang.”


Kalimat ini lahir bukan secara tiba-tiba. Tapi dari hasil perjalanan hidup saya selama ini.


Mungkin kalimat ini terkesan biasa. Tapi terus terang saya merasa, di situlah letak kesempitan dada bagi kebanyakan orang. Termasuk diri saya sendiri.


Coba kita periksa...

Sabtu, 27 Juni 2026

CATATAN MUHARRAM 3: JANGAN MENCARI APRESIASI MANUSIA


 ✍️ CATATAN MUHARRAM (3)


📒JANGAN MENCARI APRESIASI MANUSIA❗


Dari kisah terusirnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dari Mekah, kemudian diterima dengan baik oleh penduduk Madinah, kita mendapatkan pelajaran bahwa:

CATATAN MUHARRAM 2: JANGAN NGAMBEKAN

 ✍️ CATATAN MUHARRAM (2)



☹️ JANGAN NGAMBEKAN😁


Pernah suatu ketika, saya mendengarkan ceramah seorang ustadz. Beliau termasuk ustadz senior. Jama'ahnya cukup banyak. 


Ketika itu, dalam ceramahnya, beliau selipkan nasihat untuk para ustadz. Kata beliau: