✍️ CATATAN DZULQA'DAH (19)
BANG BELI BANG❗
Dulu sekali, waktu kecil, saya pernah jualan koran. Kalau tidak salah dimulai dari akhir kelas 3 SD hingga kelas 6 SD. Sekitar tahun 1989-1992. Di Jakarta Barat.
Karena saya masuk sekolah siang, maka paginya bisa saya gunakan untuk berjualan koran.
Setiap hari, pagi2 sekali saya sudah berangkat ke agen koran. Pakai sepeda. Setelah mengambil koran, kemudian saya keliling komplek perumahan untuk menjajakan koran.
"KOORAAAAN.. POS KOTAA.. KOMPAAS...!!!"
Begitu kira2 teriakan saya sambil mengayuh sepeda.
Saya masih ingat. Awalnya, saya cuma menjual 2 eksemplar koran. Koran Pos Kota 1 eksemplar dan koran Kompas 1 eksemplar.
Harga jual koran Pos kota Rp.200. Setorannya Rp.150. Berarti kalau laku terjual, persatu eksemplar koran Pos Kota saya dapat untung Rp.50.
Sedangkan harga jual koran Kompas Rp.350. Setorannya Rp.275. Berarti kalau laku terjual, persatu eksemplar koran Kompas saya dapat untung Rp.75.
Waktu itu, dengan uang Rp.25, saya bisa beli sebuah gorengan atau sebungkus es.
Rasanya senang sekali kalau lagi keliling jualan koran tiba2 ada yang memanggil.
"KORAN, BELI!"
Tidak terlukiskan rasa senangnya itu. Sangat indah terdengar di telinga.
Maka, benarlah kata orang:














