✍️ CATATAN SYAWWAL (19)
💦JANGAN MENUNGGU SEMPURNA
Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Arab yang penting untuk kita kaji. Bunyinya begini:
مَا لاَ يُدْرَكُ كُلُّهُ لاَ يُتْرَكُ جُلُّهُ
“Apa yang tidak bisa dilakukan semuanya, jangan ditinggalkan semuanya.”
Kalimat ini mengajarkan kita untuk tidak menunggu sempurna untuk melakukan suatu kebaikan. Jika kita tidak bisa melakukan sesuatu amalan secara sempurna, maka tidak mengapa kita melaksanakan sebagiannya saja sesuai dengan kemampuan kita. Karena sesungguhnya melaksanakan sebagian kebaikan itu lebih baik daripada meninggalkannya sama sekali. Sebaimana ungkapan: Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Misalnya, jika tidak sanggup shalat tahajud 11 rakaat, maka kita bisa kerjakanlah 3 rakaat. Jika tidak bisa sedekah banyak, kita bisa sedekah sedikit dulu. Jika tidak bisa menghafal satu surat, kita bisa menghafal beberapa ayat dulu sesuai kesanggupan.
🌻🌻🌻
Kalimat di atas memang bukan ayat al-Qur'an atau hadits. Tapi, kalimat ini sejalan dengan ayat al-Qur'an:
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ
"Maka bertakwalah kalian kepada Allah sesuai dengan kemampuan kalian..". (QS. At-Taghabun: 16)
Dan juga dengan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:
وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
🌻🌻🌻
Kalimat di atas tadi bisa kita jadikan kaidah dalam berbuat kebaikan terkait urusan akhirat dan juga dunia.
Contoh penerapan untuk urusan akhirat, selain contoh di atas, kita bisa juga gunakan untuk bekal melakukan ibadah umrah.
Untuk bisa umrah, paling tidak kita harus punya bekal berikut:
💧Uang yang cukup
💧Kesehatan yang prima
💧Ilmu
💧Perlengkapan umrah
💧Dll.
Kalau belum punya semuanya bagaimana?
Kita bisa usahakan yang kita bisa lakukan sekarang dulu saja. Misalnya, kita belum punya uang yang cukup. Maka, kita bisa belajar dulu tentang tata cara umrah. Kita baca buku dan nonton video panduan umrah di YouTube. Kita juga bisa mulai rutin olah raga untuk jaga kesehatan.
Kalau ada uang, kita bisa bikin paspor dulu. Kita bisa juga cicil membeli perlengkapan umrah.
Artinya, apa yang saat ini bisa kita lakukan untuk persiapan umrah, maka itu yang kita lakukan. Jangan tinggalkan semuanya.
Jangan karena kita tidak punya uang yang cukup untuk umrah, lantas kita lupakan ibadah umrah ini, tanpa ada keinginan sedikitpun untuk melakukan persiapan.
Demikian.
🌻🌻🌻
Contoh untuk urusan dunia misalnya kita ingin membuka restoran tapi modalnya belum ada. Maka, kita kisa belajar bikin masakan yang yang enak dulu. Atau, buka lapak kecil di tempat2 yang strategis. Atau bisa juga jualan makanan lewat WA untuk grup2 warga sekitar rumah.
Demikian.
🌻🌻🌻
Kaidah ini bisa juga digunakan untuk persiapan nikah. Sambil menunggu ada uang dan calon, kita bisa mulai dari belajar tentang ilmu2 seputar pernikahan, dll.
Intinya, dalam melakukan kebaikan, jangan menunggu sempurna baru mau bergerak. Lakukan saja apa yang kita bisa sekarang.
Insya Allah, kalau niat kita memang ikhlas, nanti kita akan dibantu oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.
Yang penting sekarang, kita buktikan dulu tanda keseriusan kita. Diantaranya dengan melakukan apa yang kita bisa lakukan sekarang. Meskipun belum bisa sempurna.
Demikian.
Wallahu a'lam.
✍️ Masjid Al-Muhajirin Pagelaran Bogor, Sabtu bada Ashar 15 Syawwal 1447H/4 April 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar