Rabu, 01 April 2026

CATATAN SYAWWAL 15: CUKUPKAH GAJI TIGA JUTA SEBULAN?

 


✍️ CATATAN SYAWWAL (15)


CUKUPKAH GAJI TIGA JUTA SEBULAN❓


Kalau pertanyaan ini diajukan kepada semua orang, saya yakin jawabannya akan beda-beda 


"Cukupkah gaji tiga juta sebulan?" 


Pasti ada yang bilang cukup dan ada yang bilang sebaliknya. 


Bagi orang yang biasa hidup sederhana, belum banyak tanggungan, tidak suka jajan dan jalan2,  biasa hidup apa adanya, tentu uang tiga juta sebulan akan cukup baginya. Bahkan mungkin masih ada yang bisa ditabung. 


Tapi, bagi orang yang biasa makan enak, banyak anak, suka jalan2 dan makan di restoran, tentu uang segitu tidak cukup sebulan. Bahkan sepuluh juta sebulan pun masih kurang. 


Intinya, kebutuhan orang beda-beda. Pola hidup orang pun beda-beda. Tidak semua sama. 


Tapi begini... 


🌻🌻🌻


Kalau kita bicara tenang penggunaan harta, sebagai seorang Muslim yang menjadikan Nabinya sebagai teladan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Paling tidak ada dua hal:


1️⃣ HIDUP SEDERHANA

Islam menyuruh kita untuk hidup sederhana. Hidup sederhana maksudnya adalah hidup yang tidak berlebih2an (isrof) dan tidak juga boros (tabdzir).


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا وَلَا تُسۡرِفُوۡا​ ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُسۡرِفِيۡنَ


"..Makan dan minumlah kalian, tapi jangan berlebih2an (isrof). Sesungguhnya Dia (Allah) tidak suka orang yang berlebih2an." (QS. Al-A'raf: 31)


Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا


"Sesungguhnya para pemboros (pelaku tabdzir) itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya." (QS. Al-Isra: 27)


Contoh isrof misalnya ada orang yang dengan sepeda motor seharga Rp.10 juta sebenarnya sudah cukup untuk membantu aktivitas keseharian. Tapi dia memaksakan diri membeli sepeda motor yang harganya Rp.50 juta agar kelihatan lebih keren. 


Adapun contoh tabdzir misalnya membuang2 makanan layak makan, membeli barang haram, dll.


🌻🌻🌻


Hidup yang sederhana adalah hidup yang  lebih mempertimbangkan kebutuhan, bukan keinginan. 


Jika kebutuhan kita untuk bisa hidup dan beribadah setiap hari dengan nyaman sudah terpenuhi, maka sudah cukup. 


Jangan memperturutkan keinginan nafsu kita!


Misalnya, dengan makan sederhana kita sudah cukup untuk bekal menjalani hidup, ibadah harian pun bisa kita lakukan dengan nyaman, maka sudah cukup. 


Syukuri saja!


Jangan bebani diri dengan membeli makanan yang mahal2 setiap hari. Apalagi ditambah banyak jajan setiap hari.


Ingat, tugas kita di dunia ini untuk ibadah. Bukan untuk makan, jajan dan jalan2☝️


Tugas kita untuk membersihkan hati, bukan memanjakan lidah dan memenuhi isi perut☝️


Makan mahal boleh saja. Tapi ingat kemampuan juga. Ingat juga kebutuhan jangka panjang. 


Jangan sampai kita diperbudak nafsu. Pingin ini, pingin itu. Pingin nyoba ini, pingin nyoba itu. Pingin jalan2 ke sini, pingin ke situ.


HATI2❗


Sebagian orang, karena keinginannya tidak terkontrol, akhirnya menderita penyakit kronis yang biaya pengobatannya menghabiskan harta yang dia kumpulan selama ini.


Ada juga yang jatuh miskin dan banyak hutang karena terlalu mementingkan gaya hidup. Padahal sebelumnya kaya raya.


Semoga kita terlindungi dari godaan setan. 🤲


🌻🌻🌻


2️⃣ HIDUP QONA'AH

Islam menyuruh kita untuk hidup qona'ah. Qona'ah maksudnya adalah merasa cukup dan puas dengan rezeki pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bukan malah berkeluh kesah dan selalu merasa kurang.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:


قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ


“Sungguh beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan "rezeki yang secukupnya"  dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya”. (HR. Muslim)


"Rezeki yang secukupnya" maksudnya adalah rezeki yang mencukupi kebutuhan pokok manusia tanpa berlebihan yang menyebabkan kesombongan dan kemewahan, juga tidak kekurangan yang menyebabkan kebutuhan dan kemiskinan. Rezeki yang sesuai dengan kebutuhan (tidak lebih dan tidak kurang), yang menjamin keselamatan agama dan badan, serta melindungi dari kehinaan meminta-minta".


Jadi...


Berapapun gaji yang kita terima, berapapun rezeki yang kita dapat, maka hendaknya kita syukuri. Kemudian kita kelola dengan baik agar mendukung tugas kita di muka bumi ini, yaitu BERIBADAH KEPADA ALLAH.


🌻🌻🌻


❗TELADAN KITA❗


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam adalah manusia terbaik. Namun, beliau hidup sederhana. Rumah beliau sederhana. Perabot rumahnya juga sederhana.


Makanan beliau pun sederhana. Tidak mewah. Bahkan, pernah beliau tidak punya makanan di rumahnya.


Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dikisahkan bahwa pada suatu hari, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa Sallam bertanya kepada istrinya Aisyah: "Wahai Aisyah, apakah kamu mempunyai makanan?"


Aisyah menjawab: "Kita tidak memiliki makanan, wahai Rasulullah."


Beliau berkata: "Kalau begitu, aku akan berpuasa."


Dalam hadits yang lain, Aisyah radhiyallallahu’anha juga pernah mengatakan:


كان يأتي علينا الشهرُ ما نوقِدُ فيه نارًا، إنما هو التمرُ والماءُ، إلا أن نؤتى باللُّحَيمِ


“Pernah kami melalui suatu bulan yang ketika itu kami tidak menyalakan api sekali pun (tidak memasak). Yang kami miliki hanya kurma dan air. Kecuali ada yang memberi kami hadiah berupa potongan daging kecil untuk dimakan” (HR. Al- Bukhari).


Inilah Rasulullah❗Inilah sosok manusia terbaik❗


Tidakkah kita tergerak untuk meneladaninya❓



Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِىۡ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنۡ كَانَ يَرۡجُوا اللّٰهَ وَالۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا


"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah." 

(QS. Al-Ahzab: 11)


Wallahu a'lam.



✍️ Bogor, Kamis pagi 13 Syawwal 1447H/2 April 2026

@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar