✍️ CATATAN SYAWWAL (23)
💦BELAJAR DARI TUKANG RUJAK
Ada sebuah cerita menarik. Tentang seorang tukang rujak. Lebih tepatnya tukang rujak bebek (rujak tumbuk).
Kurang lebih ceritanya begini..
Di sebuah daerah, ada seorang tukang rujak bebek. Jualannya keliling. Sebagaimana tukang jualan pada umumnya, dia berteriak menawarkan barang dagangannya.
Ternyata, ada yang memperhatikan cara dia berteriak. Dianggap tidak biasa.
Umumnya, pedagang itu neneriakan barang dagangannya dengan jeda yang tidak terlalu lama.
Misalnya begini:
"Rujak bebeek...! Rujak bebeek..! Rujak bebeek..!"
Begitu.
Tapi tidak dengan si pedagang ini. Teriakannya ada jeda agak lama.
"Rujak bebeek...!"
Berhenti agak lama. Kemudian baru teriak lagi.
"Rujak bebeek..!"
Suatu hari, dia ditanya terkait hal ini. Ternyata, jawabannya sungguh di luar dugaan.
Katanya, waktu jeda setelah dia berteriak menawarkan dagangannya digunakan untuk mendoakan orang tuanya yang sudah tiada. Doanya:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan juga kedua orang tuaku, serta sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah menyayangiku ketika aku masih kecil."
Dan ini dilakukannya setiap hari.
Masya Allah!
Sungguh luar biasa👍
🌻🌻🌻
✍️ MEMETIK PELAJARAN
Paling tidak ada dua pelajaran yang bisa kita ambil dari tukang rujak ini:
1️⃣ Hendaknya kita tidak melupakan kedua orang tua kita. Meskipun mereka telah tiada. Minimal, kita bisa mendoakannya setiap hari.
Insya Allah, doa kita akan bermanfaat untuk mereka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى لِيْ هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ
Ada seorang lelaki yang kedudukannya terangkat di Surga kelak.” Ia pun bertanya,”Dari mana aku mendapatkan ini?” Maka dijawab: “Lantaran istighfar anakmu." (HR. Ibnu Majah)
Maka, sudah menjadi tugas anak untuk senantiasa mendoakan orang tuanya. Kalau bisa, setiap hari mendoakan ampunan untuk orang tua. Baik orang tua masih hidup ataupun sudah tiada.
🌻🌻🌻
2️⃣ Hendaknya kita bisa menggabungkan aktivitas harian dengan amalan yang bisa membuahkan pahala. Supaya setiap hari kita bisa mendapatkan pahala yang banyak dan melimpah.
Misalnya, kita bekerja sebagai penjaga toko. Maka, sambil jaga toko, kita bisa sambil:
💦Berzikir dan berdoa
💦Membaca dan mendengarkan bacaan al-Qur'an
💦Menghafal al-Qur'an
💦Mendengarkan kajian
💦Membaca buku2 yang bermanfaat
💦Dll.
Jika memang hal ini memungkinkan.
Jangan sampai, hari demi hari berlalu, namun kita tidak mendapatkan pahala banyak untuk bekal menju Surga.
Ingat!
Waktu kita di dunia sangat singkat. Sementara, perjalanan setelah kematian sangatlah panjang.
Maka, di waktu yang singkat ini, hendaknya kita gunakan untuk mengumpulkan bekal sebanyak mungkin untuk perjalanan selanjutnya setelah kematian.
Allah Subhnahu wa Ta’ala berfirman:
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Demikian.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Wallahu a'lam.
✍️ Bogor, Malam Selasa 18 Syawwal 1447H/6 April 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar