✍️ CATATAN SYAWAL (26)
👀 CERDAS DALAM MEMANDANG
Memandang sesuatu ada ilmunya. Kalau kita salah dalam memandang, bisa2 masalah hidup akan kita dapatkan.
Misalnya saja, kalau dalam urusan dunia kita selalu memandang kepada orang yang lebih kaya, bisa2 kita akan lupa untuk bersyukur. Bahkan yang ada malah keluhan dan perasaan selalu kurang.
Tapi, coba kalau dibalik. Kita melihatnya kepada orang2 yang hidupnya lebih susah. Niscaya kita akan selalu menjadi orang yang bersyukur.
"Alhamdulillah, masih punya motor, meskipun jadul. Tetangga sebelah kemana2 jalan kaki.."
"Alhamdulillah, masih bisa makan, meskipun cuma tahu tempe. Orang2 di negara miskin ada yang tidak punya apa2 untuk dimakan.."
Begitu harusnya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.
"Lihatlah orang yang berada di bawahmu (dalam kenikmatan dunia) dan jangan melihat orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih layak, agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
🌻🌻🌻
Tapi, kalau urusan akhirat, kita memandangnya kepada orang2 yang lebih unggul dari kita. Supaya apa?
Supaya kita bisa berlomba2 dalam kebaikan.
"Teman saya yang sibuk saja bisa baca al-Qur'an satu juz sehari. Harusnya saya juga bisa..."
"Orang yang kakinya satu saja bisa shalat berjama'ah di masjid. Harusnya saya yang kakinya normal lebih bisa lagi.."
Begitu.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
"Maka, berlomba2lah dalam kebaikan!". (QS. Al-Baqarah: 148)
🌻🌻🌻
Dalam hidup berumah tangga juga begitu. Jangan pandangan kita hanya tertuju pada kekurangan pasangan. Sebab nanti yang ada adalah kebencian.
Tapi, lihatlah kepada sifat terpuji dan kebaikan2 pasangan. Niscaya rasa cinta dalam rumah tangga akan tetap terjaga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (istri). Jika si suami tidak menyukai suatu akhlak pada si istri, hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhai.” (HR. Muslim)
Hadits ini juga bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat.
Jangan sampai 1-2 sifat buruk orang menjadikan kita membenci dan menjauhinya. Bisa jadi dia juga punya segudang sifat baik yang tidak kita ketahui.
Demikian.
Jadi, cerdaslah dalam memandang!
Wallahu a'lam.
✍️Bogor, Rabu sore 19 Syawwal 1447H/8 April 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar