✍️ CATATAN SYAWWAL (32)
💦OBAT MUJARAB GRATIS
Kata "mujarab" berasal dari bahasa Arab. Berasal dari kata "jarraba" (mencoba). Kemudian diubah menjadi bentuk isim maf'ul (kata yang bermakna pasif) yaitu "mujarrab" (yang dicoba).
Jadi, obat mujarab artinya obat yang sudah dicoba dan terbukti manjur (bisa menyembuhkan).
Dalam Islam, ada dua obat mujarab yang bisa kita gunakan saat sakit. Dan kedua obat ini gratis. Kita pun bisa mendapatkannya di rumah masing2.
Dua obat ini adalah:
💧AL-QUR'AN
💧SHALAT TAHAJJUD
Mari kita bahas satu persatu..
🌻🌻🌻
💦AL-QUR'AN ADALAH OBAT
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.." (QS. Al-Isra: 82)
Jadi, al-Qur'an bisa menjadi wasilah penyembuh. Tidak hanya penyakit rohani, tapi juga penyakit jasmani.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan dalam kitab tafsirnya: "... Penyembuhan yang disebutkan dalam al-Quran itu bersifat umum untuk menyembuhkan hati dari syubhat dan kebodohan, pemikiran rusak, dan penyimpangan yang buruk, serta niat yang busuk. Al-Quran mencakup ilmu yakin yang mengakibatkan syubhat dan kebodohan lenyap, (serta mengandung) nasihat dan peringatan yang dapat melenyapkan setiap syahwat yang menyelisihi perintah Allah. (Selain itu), juga untuk menyembuhkan tubuh dari rasa sakit dan gangguan-gangguannya.." (Referensi: https://tafsirweb.com/4686-surat-al-isra-ayat-82.html)
Dalam hadits dikisahkan tentang seorang Sahabat Nabi yang membacakan surat al-Fatihah kepada seorang kepala dusun Arab yang tekena sengatan binatang berbisa. Kemudian, kepala dusun itu sembuh.
Jadi, kalau kita sedang sakit, tindakan pertama kita sebelum minum obat atau ke dokter, kita bisa bacakan ayat2 al-Qur'an. Terutama dengan ayat yang telah ada dalilnya digunakan untuk pengobatan, seperti surat al-Fatihah.
🌻🌻🌻
💦 BEROBAT DENGAN SHALAT TAHAJJUD
Shalat tahajjud bisa juga menjadi obat. Untuk penyakit jasmani dan juga rohani.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ، وَقُرْبَةٌ إِلَى اللهِ تَعَالَى، وَمَنْهَاةٌ عَنِ اْلإِثْمِ، وَتَكْفِيْرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمُطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ.
“Lakukanlah shalat Tahajjud, karena itu adalah tradisi orang2 shalih sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan dan pengusir segala penyakit dari tubuh.” (Lihat Shahiihul Jaami’ (no. 4079)).
Banyak penelitian yang menunjukan bahwa shalat tahajjud bisa menjadi obat dari berbagai macam penyakit jasmani.
Berikut ini sedikit ulasannya:
"Shalat khususnya tahajjud ternyata tidak hanya membuat pelakunya mendapatkan tempat istimewa di hadapan pencipta alam ini, melainkan juga meningkatkan kekebalan tubuh dan mengusir penyakit.
Itulah yang diungkapkan Prof. Dr. Mohammad Sholeh disaat Seminar Nasional di Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Minggu (15/1).
Perkembangan zaman yang sedemikian pesat membuat banyak orang mudah terkena stres. Dan biasanya, kalau stres sudah menyerang, imunitas tubuh akan melemah, sehingga berbagai penyakit pun mudah hinggap. Alhamdulilah, Allah swt telah memberikan terapi dan obat untuk permasalahan tersebut, yakni lewat shalat tahajud. Prof Sholeh telah membuktikan melalui penelitiannya.
Hasil penelitian itu ternyata mencengangkan. “Shalat tahajud itu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit,” ujar dosen yang sekaligus Guru Besar di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya ini." (Sumber: https://unusa.ac.id/2017/01/27/penyakit-kanker-dapat-disembuhkan-melalui-tahajjud/)
Wallahu a'lam.
🌻🌻🌻
Jadi, kalau kita terkena penyakit, apapun penyakitnya, kita bisa dahulukan dua obat ini dulu. Kita gunakan ikhtiar cara langit dulu.
Kalau belum sembuh juga, kita bisa gabungkan dengan obat2an lainnya atau kita datang ke dokter.
Saya pribadi, saat awal2 terkena diabetes, selain menjaga makan dan olah raga, saya juga rutin shalat tahajjud. Jumlah rakaatnya diperbanyak dibanding biasanya. Baca al-Qur'an juga dilkukan setiap hari, tidak pernah libur.
Alhamdulillah, ada perubahan yang positif. Gula darah kembali normal.
Demikian.
Wallahu a'lam.
✍️Jakarta Barat, Ahad sore 23 Syawwal 1447H/12 April 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar