Selasa, 21 April 2026

CATATAN DZULQA'DAH 6: BELAJAR DARI ANAK KECIL (1)

 


✍️ CATATAN DZULQA'DAH (6)


๐Ÿ“’BELAJAR DARI ANAK KECIL (1)


Ada beberapa sifat dan prilaku anak kecil yang seandainya ditiru oleh orang dewasa, insya Allah, mereka akan menjadi orang yang bahagia. Bahkan, mereka akan menjadi orang2 yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Berikut ini diantaranya:


1️⃣TIDAK GALAU DENGAN REZEKI

Ya, anak kecil tidak galau dengan urusan rezeki. Mereka tidak mengkhawatirkan makanan esok hari. Mereka yakin sepenuhnya bahwa orang tuanya akan memberinya makanan.


Naah...


Jika hal ini dilakukan oleh orang2 dewasa, niscaya mereka akan hidup bahagia. Hatinya akan tenang. Sebab dia yakin, Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti akan memberinya rezeki.


Sayangnya, sebagian orang dewasa tidak demikian. Diantara mereka, ada yang gelisah memikirkan urusan rezeki. Bahkan sampai ada yang bunuh diri. Na'uzubillah..


Padahal semua makhluk yang bernyawa di muka bumi ini telah dijamin rezekinya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ูˆَู…َุง ู…ِู†ْ ุฏَุงุۤจَّุฉٍ ูِู‰ ุงู„ْุงَุฑْุถِ ุงِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง ูˆَูŠَุนْู„َู…ُ ู…ُุณْุชَู‚َุฑَّู‡َุง ูˆَู…ُุณْุชَูˆْุฏَุนَู‡َุง ۗ ูƒُู„ٌّ ูِูŠْ ูƒِุชٰุจٍ ู…ُّุจِูŠْู†ٍ


"Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)." (QS. Hud: 6)


Tugas kita hanya berusaha mencari rezeki. Kita bergerak dan terus berusaha mencari rezeki yang halal.


Untuk hasilnya, kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita tawakal kepada-Nya. 


Insya Allah, kalau kita benar2 tawakal kepada-Nya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberi kecukupan kepada kita.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ


“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya“. (QS. Ath-Thalaq: 3)


Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


ู„َูˆْ ุฃَู†َّูƒُู…ْ ุชَุชَูˆَูƒَّู„ُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุญَู‚َّ ุชَูˆَูƒُّู„ِู‡ِ ู„َุฑَุฒَู‚َูƒُู…ْ ูƒَู…َุง ูŠَุฑْุฒُู‚ُ ุงู„ุทَّูŠْุฑَ ุชَุบْุฏُูˆ ุฎِู…َุงุตุงً ูˆَุชَุฑُูˆุญُ ุจِุทَุงู†ุงً


”Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan benar, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dll.)


Jadi, rezeki itu di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Rezeki sudah diatur oleh-Nya. Bukan kita yang ngatur. 


Maka, jangan kita risaukan urusan rezeki. Selagi kita diberi kesempatan hidup, rezeki pasti akan dikasih.


Kita harus yakin! 


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah berkata:


“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu."


Imam Hasan Al-Basri rahimahullah pernah berkata:


๐ŸŒปAku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain. Oleh karena itulah hatiku merasa tenang. 


๐ŸŒปAku tahu amal perbuatanku tidak akan dikerjakan oleh orang lain. Oleh karena itulah aku sendiri yang sibuk mengerjakannya. 


๐ŸŒปAku tahu Allah selalu mengawasiku. Oleh karena itulah aku selalu merasa malu bila Dia melihatku dalam keadaan bermaksiat. 


๐ŸŒปDan aku tahu kematian itu telah menantiku. Oleh karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Rabb-ku.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Naah...


Ini sifat dan prilaku anak kecil yang pertama.



Selanjutnya..



Bersambung..



✍️ Bogor, Rabu siang 4 Dzulqa'dah 1447H/22 April 2026

@MuhammadMujianto


REFERENSI:

https://rumaysho.com/9616-mencari-pekerjaan-yang-halal.html


https://www.tumblr.com/arnamee/622439824270540801/imam-hasan-al-basri-berkata-1-aku-tahu-rezekiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar