✍️ CATATAN SYAWWAL (31)
PASTI ADA HIKMAHNYA❗
Dikisahkan, pada suatu hari seorang petani pergi ke kebun mengajak anaknya yang masih kecil. Saat di kebun, si anak melihat pohon kurma dan pohon semangka.
Dia perhatikan dua pohon ini. Dia lihat batang pohon semangka yang kecil, pendek dan lemah. Tapi buahnya sangat besar.
Kemudian, dia bandingkan dengan pohon kurma yang batangnya besar, tinggi dan kuat, tapi buahnya kecil2.
Dia merasa ini tidak cocok.
Diapun pun berkata kepada Ayahnya:
"Harusnya buah semangka adanya di pohon kurma, dan buah kurma adanya di pohon semangka..."
Sang ayah pun menjawab:
"Wahai anaku, bisa jadi ada hikmah di balik ini semua yang kita tidak tahu..".
Singkat cerita, mereka pun istirahat di bawah pohon kurma.
Saat sedang enak2nya istirahat, tiba2 sebutir kurma jatuh mengenai si anak. Dia pun kaget dan kesakitan.
"Aduh!"
"Ada apa?" tanya sang ayah.
"Aku tertimpa sebutir kurma"
Sang ayah pun tersenyum dan berkata:
"Alhamdulillah, yang jatuh cuma sebutir kurma. Coba kalau yang jatuh itu buah semangka"
😁
🌻🌻🌻
Kisah ini saya dapatkan dari sebuah tulisan berbahasa Arab sekitar enam tahun yang lalu. Judul tulisannya saya lupa.
Intinya, tulisan itu membahas tentang perbuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sempurna.
Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Sempurna. Dia sempurna Zat-Nya, Nama dan Sifatnya, juga perbuatan-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala itu tidak asal2an dalam mencipta. Dialah sebaik-baik pencipta.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ
"Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Naml: 88)
Kalau ada ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang terlihat "kurang" di mata manusia, maka yakinlah!
Pasti ada hikmah di balik itu semua. Pasti ada pelajaran indah di balik itu. Hanya saja, saat ini akal kita mungkin belum bisa menjangkaunya. Ilmu kita belum sampai ke sana.
🌻🌻🌻
Maka, tugas kita sebagai hamba di dunia ini adalah berusaha untuk mentadaburi ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita berusaha mempelajarinya.
Bukan malah mengkritisinya dan menjelek2annya❗
Dengan mentadaburi ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala di alam semesta ini, kita nanti akan terdorong untuk semakin mencintai-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" (QS. Ali Imran: 190)
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)
Wallahu a'lam.
✍️Jakarta Barat, Ahad pagi 23 Syawwal 1447H/12 April 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar