✍️ CATATAN DZULQA'DAH (2)
💦 BELAJAR DARI PADI
Rumah mertua saya terletak di sebuah kampung yang berada di tengah2 pesawahan. Kalau di lihat dari atas, persis seperti pulau kecil yang ada di tengah2 samudera.
Jadi, sekeliling kampung adalah pesawahan. Hampir semua ditanami padi. Lokasi tepatnya di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dekat dengan Karawang.
Tadi pagi, saya dan istri jalan2 keliling sawah. Tampak sebagian padi ada yang sudah menguning. Semakin menguning, batangnya semakin merunduk ke bawah.
Saya jadi teringat dengan sebuah nasihat guru sekolah dulu.
"Jadilah seperti padi, makin berisi makin merunduk!"
Ya, kalau kita lihat, padi itu semakin tua usianya, dia akan semakin merunduk. Bukan tegak. Sebab, butiran berasnya semakin berat.
Nah, dari situ kemudian diambil pelajaran tentang tawadhu. Tawadhu itu artinya rendah hati. Tidak merasa diri lebih hebat atau lebih mulia dari orang lain.
Lawan kata tawadhu adalah sombong. Merasa diri lebih hebat dan mulia dari orang lain.
Jadi, dari padi kita belajar:
📒 Saat kita semakin banyak ilmu, kepandaian, kekayaan atau kesuksesan, seharusnya kita semakin rendah hati, bijaksana, dan tidak sombong. Jangan pernah kita menganggap hina orang lain. Sebab bisa jadi, di mata Allah Subhanahu wa Ta'ala, dia memiliki kedudukan yang mulia. Bahkan bisa jadi jauh lebih tinggi derajatnya dari kita.
🌻🌻🌻
Tawadhu adalah sifat yang mulia. Saking mulianya, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh Nabinya untuk berhias dengan sifat ini.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda:
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.” (HR. Muslim).
Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memuliakan orang yang tawadhu di tengah-tengah manusia. Kemudian dia akhirat, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan tinggikan derajatnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ
"..Dan tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan (derajatnya).” (HR. Muslim).
🌻🌻🌻
Jadi, hendaknya kita berhias diri dengan sifat tawadhu. Sebaliknya, kita harus buang jauh2 sifat kesombongan.
Sebab, kesombongan hanya akan membawa kita pada kerugian, di dunia dan di akhirat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
"Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sedikit saja sifat kesombongan" (HR Muslim).
🌻🌻🌻
Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tawadhu.
Amiin.
✍️ Bekasi, Ahad waktu Dhuha 1 Dzulqa'dah 1447H/19 April 2026
@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar