Kamis, 23 April 2026

CATATAN DZULQA'DAH (7): BELAJAR DARI ANAK KECIL (2)

 


✍️ CATATAN DZULQA'DAH (7)


📒BELAJAR DARI ANAK KECIL (2)


Selanjutnya, sifat dan prilaku anak kecil yang layak untuk ditiru oleh orang dewasa adalah:


2️⃣ MUDAH MEMAAFKAN

Ya, anak kecil itu mudah memaafkan. Mereka tidak menyimpan dendam.


Kalau kita perhatikan, anak-anak kecil itu biasa bertengkar.  Namun tidak lama kemudian, mereka sudah baikan lagi. Mereka sudah berdamai lagi. Mereka sudah ketawa2 lagi. Seolah tidak pernah terjadi konflik. 


Tapi, coba kita lihat sebagian orang dewasa. Ketika mereka bertengkar, terkadang marahnya bisa berbulan2. Bahkan bisa bertahun2. Ada juga yang seumur hidup masih menyimpan dendam.


Padahal, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh kita untuk mudah memaafkan. 


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَٰهِلِينَ 


“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh”. (QS. Al-A’raaf: 199).


Memaafkan kesalahan orang adalah sebuah kemuliaan. Termasuk akhlak yang terpuji.


Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ


“Tidaklah sedekah itu mengurangi harta sedikitpun. Tidaklah ada seseorang yang memberi maaf pada orang lain melainkan itu kemuliaan baginya. Dan tidaklah ada seorang hamba yang tawadhu kecuali Allah akan angkat derajatnya“. (HR Muslim).


Sebaliknya, menyimpan dendam adalah sebuah penyakit. Kalau dibiarkan berlarut2 bisa membahayakan. Untuk kesehatan hati dan juga kesehatan badan.


Terkadang, ada orang yang terkena penyakit berbahaya. Obat2an sudah dikonsumsi. Namun, penyakit tak kunjung sembuh.


Tapi, ketika dia membersihkan dirinya dadi dendam, dan dia memaafkan orang2 yang pernah menyakitinya, tiba2 saja dia sembuh. Penyakitnya hilang.


Saya pernah dengar cerita tentang orang yang terkena penyakit parah. Dia sudah tidak sadarkan diri. Dokter memprediksi usianya tinggal beberapa hari lagi.


Dalam keadaan tidak sadar, orang itu bermimpi. Dalam mimpinya, dia melihat seseorang tidak dikenal. Orang itu memberi tahu penyebab utama sakitnya.


"Kamu tahu nggak, apa yang menyebabkan kamu sakit selama ini?" ucap orang itu.


Kemudian, orang dalam mimpinya itu mengatakan bahwa sakit yang dia derita disebabkan dia terlalu lama menyimpan dendam. Dia tidak mudah memaafkan  orang lain.


Maka kalau mau sembuh, kata orang dalam mimpinya itu, dia harus buang jauh2 sifat ini. Dia harus mau memaafkan orang lain. Jangan jadi pendendam.


Ajaibnya, dia kembali sadar dari pingsannya. Bahkan setelah itu, kesehatannya berangsur pulih. Padahal sebelumnya, dokter memprediksi usianya tidak akan lama lagi.


Apa yang dia lakukan? Kenapa dia bisa sehat kembali?


Jawabnya:


Karena dia mau memaafkan kesalahan orang lain!


🌻🌻🌻


Naah..


Ini sifat yang kedua dari anak kecil yang sangat layak untuk kita tiru.


Bersambung..


✍️ Bogor, Kamis sore 5 Dzulqa'dah 1447H/23 April 2026

@MuhammadMujianto


Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar