Jumat, 15 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 18): SALAH BACA

 


BAB 18

SALAH BACA



Sebagaimana ilmu pada umumnya, bahasa Arab memiliki level-level. Secara umum ada tiga level: pemula, menengah, dan mahir. Setiap level ada kitab-kitab khusus yang bisa dipelajari.

Misalnya, untuk level pemula, kita bisa pelajari kitab Al-Ajurrumiyyah atau Al-Muyassar fi Ilmin Nahwi. Untuk level menengah, kita bisa pelajari kitab Qothrun Nada atau Mulakhosh. Untuk tingkatan mahir kita bisa pelajari kitab Alfiyyah atau Jami'ud Durus.

Waktu itu, saya tidak terlalu memperhatikan hal ini. Pokoknya, belajar saja. Ada buku panduan, itulah yang saya baca dan pelajari. Saya tidak pernah bertanya-tanya terkait buku panduan belajar yang bagus dan cocok untuk dipelajari.

Awal belajar, semua buku yang saya pelajari adalah buku-buku tingkatan pemula. Kebanyakan bukunya tipis-tipis, tidak terlalu tebal. Hampir semua berbahasa Indonesia, agar bisa dipelajari secara mandiri.

Hingga suatu ketika,

Kamis, 14 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 17): KEBIASAAN SANTRI

 


BAB 17

KEBIASAAN SANTRI



Ada satu kebiasaan santri yang layak kita tiru jika ingin bisa bahasa Arab. Sebenarnya bukan cuma satu. Tapi, saya ingin sampaikan satu ini saja. Apa itu?

Rajin mengumpulkan buku!

Ya, diantara ciri santri yang berhasil dalam belajar adalah senang atau hobi mengumpulkan buku. Dia tidak mencukupkan diri pada satu-dua buku panduan belajar saja. Selagi mampu, dia akan berusaha mengumpulkan banyak buku atau kitab.


Kebiasaan santri ini dulu pernah saya tiru. Bahkan sampai sekarang masih saya lakukan. Saat muncul kecintaan pada bahasa Arab, saya sangat hobi mengumpulkan hal-hal yang bisa mendukung saya dalam proses belajar bahasa Arab.

Dulu,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 16): INSTITUT AL-MUBARAK

 


BAB 16

INSTITUT AL-MUBARAK



Seorang ustadz pernah berkata di hadapan para jama'ahnya.

"Kalau mau bisa bahasa Arab, ya mondok, setahun dua tahun...".

Ya, saya setuju! Menurut saya, ini adalah cara yang paling efektif dalam belajar bahasa Arab. Insya Allah, kalau kita serius dan sungguh-sungguh belajarnya, lulus dari pondok kita akan bisa bahasa Arab.

Namun, tidak semua orang punya kesempatan dan kemampuan untuk bisa mondok. Apalagi orang yang sudah berkeluarga, atau mahasiswa yang sedang aktif kuliah.


*****

Ketika memasuki tingkat tiga kuliah, saya sempat juga merasakan kuliah di tempat lain. Saya sempat kuliah bahasa Arab di Institut Al-Mubarak. Lokasinya di Jakarta Barat. Institut ini didirikan oleh Al- Ustadz KH. Bukhori Yusuf, Lc., M.A.

Rabu, 13 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 15): BELAJAR TERJEMAH

 


BAB 15

BELAJAR TERJEMAH



Untuk bisa baca kitab gundul, paling tidak ada tiga hal yang harus kita lakukan. Pertama, belajar kaidah Nahwu Shorof. Minimal sampai tingkat menengah.

Kedua, menghafal banyak mufrodat. Dan yang ketiga, banyak latihan baca dan menerjemahkan.


*****

Waktu itu, setelah belajar kaidah Nahwu Shorof tingkat dasar, saya jadi semangat untuk latihan baca dan menerjemahkan kitab gundul. Senang rasanya kala itu kalau bisa mendapatkan kitab gundul dan versi terjemahannya.

Ada beberapa kitab gundul yang saya punya waktu itu plus terjemahannya. Diantaranya

AKU & BAHASA ARAB (BAB 14): KITAB SILSILAH

 


BAB 14

KITAB SILSILAH



Saya hanya setahun kos di Wisma As-Sunnah. Setelah itu, saya pindah kosan. Lokasinya agak jauh dari pangkalan angkot. Nama kosannya Ar-Riyadh.

Wisma Ar-riyadh sama seperti Wisma As-Sunnah. Sebuah rumah kecil. Cuma terdiri dari tiga kamar. Setiap kamar diisi oleh dua orang. Di Wisma inilah saya kemudian berkenalan dengan Kitab Silsilah Ta'lim Al-Lughah Al-'Arabiyyah.


*****


Waktu itu, saya sudah pisah kosan dengan kawan saya yang alumni Gontor. Kosan kami berbeda. Namun,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 13): LATIHAN BACA ARAB GUNDUL

 


BAB 13

LATIHAN BACA ARAB GUNDUL



Teori tidak akan bermanfaat banyak jika tidak diiringi praktik. Terkadang, kita paham saat belajar teori. Tapi, saat praktik, kita masih kebingungan.

Seperti mahasiswa pertanian yang diajari teori cara mencangkok tanaman. Saat di kelas, mereka paham penjelasan dosen. Tapi, kalau sudah turun ke lapangan, belum tentu mereka bisa.

Sama halnya dengan bahasa Arab. Banyak yang bisa dengan mudah memahami kaidah Nahwu dan Shorof. Namun, kalau diminta baca kitab, mereka keteteran. Tidak lancar. Masih terbata-bata.

Oleh karena itu, kalau ingin bisa baca kitab gundul, selain kita harus belajar kaidah Nahwu dan Shorof, kita juga harus rajin praktik. Kita harus sering-sering latihan baca dan menerjemahkan kitab gundul.


*****

Setelah saya pelajari beberapa kitab Nahwu dan Shorof dasar, saya coba berlatih membaca tulisan bahasa Arab yang tanpa harokat (arab gundul). Karena tidak ada guru yang bisa mengajarkan, maka saya latihan secara mandiri.

Paling tidak, ada dua cara yang saya lakukan waktu itu.

AKU & BAHASA ARAB (BAB 12): BELAJAR OTODIDAK

 


BAB 12

BELAJAR OTODIDAK



Kalau sekarang, sangat mungkin bagi kita untuk belajar bahasa Arab secara otodidak. Otodidak yang saya maksud adalah belajar tanpa bimbingan guru secara langsung.

Kalau dulu, sarana belajar paling cuma buku. Adapun sekarang, selain buku, kita juga bisa belajar lewat audio dan video. Kita juga bisa belajar lewat artikel yang banyak tersebar di internet.

Kalau ingin bertanya kepada orang yang sudah mahir bahasa Arab, kita bisa gunakan sarana WA, SMS, email, FB, instagram, telegram, dll. Intinya sekarang, sarana belajar sudah sangat dimudahkan. Tinggal dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kalau dulu,