Rabu, 04 Maret 2026

CATATAN RAMADHAN 14: HUFADINE

 


✍️ CATATAN RAMADHAN (14)


📒 HUFADINE


Malam Jum'at pekan lalu, saat hendak tidur, tiba2 saya merasakan rasa sakit di ulu hati. Badan rasanya mau meriang. Sepertinya asam lambung saya sedang naik. 


Memang, setelah sekitar sebulan lalu kena asam lambung, saya jadi sensitif dengan kopi dan makanan pedas. Makanya sekarang saya hampir tidak pernah minum kopi. Makanan pedas pun jarang. 


Tapi entah kenapa malam itu dada saya sakit lagi. Apa karena saat buka puasa makan balado tongkol. Padahal saya tidak terlalu banyak makan sambelnya. Dan tidak terlalu pedas pula. 


Entahlah.. 


Saya coba minum air hangat. Namun, rasa sakit tidak terlalu banyak berubah. Kemudian saya ingat masih punya sisa mylanta. Saya coba minum dua sendok. 


Alhamdulillah, badan bisa dibawa tidur. Tapi, tidak nyenyak. Hanya beberapa jam. Dada masih terasa tidak nyaman. Bangun tidur pun masih saja rasa sakit itu ada. 


Akhirnya, saya putuskan untuk ke dokter. Rencana, Jumat sore saya akan periksa ke dokter. Sengaja saya pilih waktu sore agar mendekati buka puasa. Supaya bisa langsung minum obat pas buka.


Saat di masjid hendak shalat Jum'at, saya duduk di sebelah teman yang dulunya bekerja sebagai tenaga kesehatan di puskesmas. Dia sekarang sudah pensiun. Kegiatan sehari2nya biasanya antar jemput cucu ke sekolah. Beliau dulu pernah ikut majelis bahasa Arab yang saya bimbing. 


Wah, pas banget nih :)


Saya gunakan kesempatan itu untuk bertanya2 terkait penyakit yang sedang saya derita. Beliau pun kemudian menyebutkan beberapa merek obat. 


"Mana yang paling recomended menurut Bapak?" tanya saya. 


"HUFADINE", jawabnya. 


Akhirnya, sore itu saya coba ke apotik mencari obat yang disarankan kawan saya itu. Murah ternyata. Cuma Rp. 5000 untuk saru strip. Isinya 10 tablet. 


Akhirnya, saya tidak jadi ke dokter. Saya mau coba minum obat yang disarankan kawan saya ini dulu.


Saat berbuka, saya minumlah HUFADINE sambil menyantap hidangan berbuka. Alhamdulillah, berangsur2 rasa sakit di dada menghilang. 


🌻🌻🌻


Saya tertarik membawakan cerita ini agar kita semua semakin sadar bahwa sehat itu nikmat. Maka, hendaknya kita syukuri. Caranya adalah dengan:


💦Meyakini bahwa nikmat sehat itu datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

💦Senantiasa memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat sehat yang kita dapatkan. 

💦Menjaga baik2 nikmat sehat dengan cara: menjaga pola makan dan minum, olah raga, berfikir positif, dll. 

💦Menggunakan kesehatan untuk modal beribadah dengan baik kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jangan sampai kita menunggu sakit dulu baru mau rajin ibadah. 


Semoga dengan syukur kita ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan terus memberi kita nikmat sehat plus pahala melimpah. 


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ


“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7)


Terakhir... 


Ada nasihat indah dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam:


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ


“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara:


(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,


(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,


(3) Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu,


(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,


(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”


(HR. Al-Hakim)


Demikian. 


Semoga tulisan ini bermanfaat. 


SEMANGAT BERPUASA✊



✍️ Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Kamis pagi 15 Ramadhan 1447H/5 Maret 2026

@MuhammadMujianto


Baca tulisan sebelumnya di: http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar