Minggu, 29 Maret 2026

CATATAN SYAWWAL 11: ADAB BERTAMU

 


✍️ CATATAN SYAWWAL  (11)


💦ADAB BERTAMU


Islam adalah agama yang sangat memperhatikan masalah adab. Sampai2, adab buang air pun diajarkan dalam Islam.


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mengajarkan kita untuk berdoa saat masuk dan keluar WC. Kemudian, mendahulukan kaki kiri saat masuk dan kaki kanan saat keluar. 


Terkadang, masalah dalam hidup bermasyarakat muncul karena kurang diperharhatikannya adab dalam berinteraksi.


🌻🌻🌻


Islam menganjurkan ummatnya untuk saling berkunjung. Dengan saling mengunjungi, tali persaudaraan sesama Muslim (Ukhuwah Islamiyyah) akan semakin kuat.


Namun, untuk mendapatkan keberkahan, ada beberapa adab yang harus diperhatikan. Berikut ini diantaranya:


🌹MEMINTA IZIN TERLEBIH DAHULU

Alhamdulillah, sekarang ada HP. Jadi, mudah bagi kita untuk minta izin kalau ingin bertamu. 


Ketika hendak bertamu, kita bisa tanyakan dulu lewat HP:


"Apakah ada di rumah? Bolehkah saya berkunjung ke rumah hari ini?"


Jadi, jangan ujug2 kita ada di depan rumah orang yang ingin kita kunjungi. Sebab, bisa jadi dia sedang butuh istirahat. Bisa jadi juga dia sedang tidak siap untuk dikunjungi. Atau, dia sudah ada jadwal acara yang lain.


Maka, hendaknya kita perhatikan baik2 adab ini❗


🌹BERTAMU DI WAKTU YANG NORMAL

Ada waktu2 yang umum  di masyarakat sebagai waktu yang normal untuk berkunjung. Misalnya, siang hari sebelum Zuhur. Atau sore hari bada Ashar. Tapi, tetap kita harus izin dulu kalau ingin bertamu.


Jangan sampai kita bertamu di waktu2 orang umumnya istirahat. Misalnya, sudah umum dipahami bahwa tengah malam adalah waktunya orang istirahat. Maka, sangat tidak normal kalau kita bertamu di waktu itu.


Meskipun tuan rumah mengizinkan, namun kitanya yang harusnya paham bahwa itu bukan waktunya untuk bertamu. Bisa jadi tuan rumah mengizinkan karena merasa tidak enak. Kecuali, memang kondisinya darurat. Harus jam segitu kita datang. Tidak ada waktu lain.


Perhatikan hadits berikut!


Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan,


أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ لاَ يَطْرُقُ أَهْلَهُ لَيْلاً وَكَانَ يَأْتِيهِمْ غُدْوَةً أَوْ عَشِيَّةً


“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tidak biasa pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya pada malam hari. Beliau biasanya datang dari bepergian pada pagi atau sore hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Betapa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sangat memperhatikan adab. Sampai2 Beliau tidak ingin mengganggu keluarganya dengan datang ke rumah di malam hari (saat pulang dari bepergian jauh). 


Sebab, kalau Beliau tiba2 datang di malam hari, bisa saja keluarganya sedang tidak siap memberi penyambutan.


Naah..


Ini juga yang seharusnya kita perhatikan saat datang bertamu ke rumah orang. Datanglah pada waktu2 yang normal.


🌹MEMBERI TAHU JUMLAH YANG DATANG

Kalau kita bertamu bersama orang lain, hendaknya kita izin dulu kepada tuan rumah. Kita jelaskan berapa orang yang hadir bersama kita. Kita jelaskan juga berapa kendaraan yang kita bawa.


Kenapa ini penting?


Supaya tuan rumah ada persiapan. Jangan sampai kedatangan kita malah merepotkan tuan rumah dalam memberi hidangan dan menyiapkan lahan parkir.


🌹MEMBAWA HADIAH

Meskipun tidak wajib, namun alangkah baiknya kalau kita membawa hadiah saat bertamu. Sebab bisa jadi, tuan rumah dalam kondisi yang kesulitan ekonomi sehingga menjadi beban bagi dia dalam menjamu tamu.


Saya punya teman yang oleh orang2 dia itu dikenal hidup berkecukupan. Padahal pada kenyataanya, dia sedang mengalami kesulitan ekonomi. Dia pernah cerita ke saya bahwa untuk beli susu anaknya saja dia harus nyari2 uang di kantong baju dan celananya. Saking tidak punya uang.


☝️Guru ngaji saya pernah mengajarkan: "Kalau bertamu usahakan bawa sesuatu. Semoga itu bisa menyenangkan tuan rumah, sekaligus meringankan bebannya dalam menjamu tamu. Siapa tahu mereka kondisinya sedang susah. Jangan kedatangan kita justru jadi menambah bebannya..".


🌹JANGAN MERUSAK❗

Kalau kita bawa anak, jaga baik2 anak kita. Jangan sampai dia membuat kerusakan di rumah orang.


Sebagian orang tua kadang kurang memperhatikan hal ini. Anaknya dibiarkan saja mengacak2 rumah orang tanpa ada pencegahan.


Hendaknya orang tua memperhatikan hal ini. Kalau anaknya merusak barang milik orang, maka dia harus siap mengganti. Meskipun tuan rumah bilang "nggak apa2".


🌹SIAP KELUAR UANG

Tugas tuan rumah adalah menjamu tamu di dalam rumah. Kalau tamu ngajak jalan2 apalagi ditambah makan2, maka tamu harus siap bayarin.


Sebab, dia yang ngajak. Siapa yang ngajak, maka dialah yang harus siap bayarin. Begitu kaidahnya😁


Sebab, bisa jadi tuan rumah yang diajak sedang tidak ada anggaran untuk acara keluar. Maka, tamu harus paham.


Kecuali tuan rumah dengan senang hati mengatakan: "Tenang saja, saya semua yang bayarin!"


🌻🌻🌻


Sebenarnya masih banyak adab2 bertamu lainnya yang penting untuk diperhatikan.


Tapi, yang sedikit ini semoga bisa jadi pengingat untuk kita semua.


Jangan sampai bertamu yang niatnya ingin mempererat persaudaraan malah jadi dosa dan menjadi bibit munculnya kebencian dan permusuhan antara sesama.


Wallahu a'lam.



✍️Bogor, Senin 10 Syawwal 1447H/30 Maret 2026

@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar