UANG BUKAN SEGALANYA, TAPI...
Suatu hari, seorang kawan izin untuk datang ke rumah. Dia mau curhat
masalah keluarga, katanya. Akhirnya, kami sepakat bertemu sore hari
ba'da Ashar di rumah saya.
Cukup lama kami ngobrol, dari sore hingga
berkumandang adzan Isya. Banyak hal yang kami obrolkan. Termasuk
tentu saja tentang problem keluarga yang kawan saya itu ingin
diskusikan.
Kawan saya itu seorang pengusaha. Bisa terbilang
sukses. Belum lama, dia dan istrinya masuk TV untuk diwawancarai
terkait usaha mereka berdua.
Jadi, kawan saya dan istrinya
itu punya usaha. Awalnya kecil-kecilan, masih dijalani berdua saja.
Alhamdulillah, lama-lama usahanya semakin maju dan berkembang.
Terakhir, seingat saya, dia bilang sudah punya belasan karyawan.
Tapi, semakin maju usaha, ujian hidup rumah tangga
malah semakin besar. Beberapa kali dia “ribut” dengan istrinya.
Dia takut rumah tangganya hancur seperti yang terjadi pada sebagian
pengusaha yang malah bercerai dengan pasangan hidupnya ketika usaha
semakin maju dan membesar.
*****
Dari awal dia izin ingin ketemu dan ingin curhat
masalah keluarga, sebenarnya saya sudah bisa menebak. Dugaan saya,
dia akan curhat masalah hubungan dengan istrinya. Dan ternyata benar.
Awalnya, saya tanya dia: “Kalau urusan kewajiban
masing-masing bagaimana? Beres? Misalnya, terkait masalah makanan di
rumah, mencuci baju...”