Minggu, 29 Maret 2026

CATATAN SYAWWAL 10: KETIKA KITA BUTUH UANG

 


✍️ CATATAN SYAWWAL (10)


💦KETIKA KITA BUTUH UANG


Sekadar share pengalaman pribadi. Semoga bisa diambil pelajaran.


🌻🌻🌻


Pernah suatu ketika, saya mengalami krisis keuangan. Padahal waktu itu, saya sedang butuh uang lumayan banyak.  Mendesak pula. Berbagai usaha untuk mendapatkan uang sudah saya coba. Namun, qadarullah, belum berhasil. Akhirnya, dengan berat hati, saya putuskan untuk berutang.


Apa yang kemudian saya lakukan?


Pada hari Ahad siang, saya datangi seorang kawan. Bukan, bukan untuk pinjam uang ke dia. Tapi  saya ingin kawan ini jadi wasilah untuk meminjam uang ke kawan yang lain.


Kenapa tidak langsung saja pinjam ke kawan yang dimaksud?


Paling tidak ada dua alasan kenapa saya tidak pinjam langsung:


1️⃣ Saya khawatir, kawan saya nggak  enak mau nolak pinjaman. Sehingga nanti jadi "terpaksa" minjamin ke saya.

2️⃣ Supaya nanti ada saksi kalau saya pinjam uang. Sehingga saya tidak meremehkan utang.


Kawan saya setuju menjadi perantara. Uang yang saya pinjam sekian juta rupiah dengan waktu pelunasan yang saya sanggupi sekitar 6 bulan ke depan.


Hari Senin, saya dapat kabar bahwa uang yang saya butuhkan sudah ada dan siap ditransfer. Alhamdulillah.


Tapi, uang itu tidak bertahan lama di rekening saya. Hari Senin itu juga saya keluarkan. 


Akhirnya, saya resmi punya hutang setelah sekian lama hidup bebas tanpa hutang 😁


Alhamdulillah, 'ala kulli haal..


Saya terima dengan lapang dada takdir ini. Saya yakin, ada pelajaran besar yang bisa saya ambil dari kejadian ini.


🌻🌻🌻


Setelah itu, yang saya lakukan adalah:


💧Terus ikhtiar mencari rezeki. Target saya, kalau dapat rezeki yang cukup untuk melunasi utang, maka akan langsung saya bayar. Tidak harus nunggu 6 bulan kedepan. Ini tekad saya. 


💧Terus berdoa agar terbebas dari utang. Setiap hari saya berdoa di waktu2 yang mustajab agar bisa segera lunas utang.


💧Membantu orang2 yang kesulitan dengan apa saja yang saya bisa . Sebab saya yakin dengan janji Allah Subhanahu wa Ta'ala lewat lisan Nabi-Nya:


Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


وَاللهُ في عَوْنِ العَبْدِ مَا كَانَ العَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ


"Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menolong hamba selagi hamba mau menolong saudaranya". (HR. Muslim)


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam juga bersabda:


وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعسرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ الدُّنْيَا وَالآَخِرَةِ


"Barangsiapa memberi kemudahan (membantu) orang yang sedang kesulitan, Allah akan memberikan kemudan untuknya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim)


Meskipun saya belum bisa bantu uang, tapi saya bisa jadi wasilah agar uang dari para dermawan bisa sampai kepada pihak2 yang membutuhkan.


🌻🌻🌻


🗓️ KAMIS PEKAN DEPANNYA...

Pada hari Kamis pekan depannya (sekitar 11 hari setelah saya resmi berutang), saya membeli air zam2 di toko herbal. Waktu itu saya sedang puasa. Terbersit waktu itu keinginan untuk berdoa di sore hari saat berbuka puasa sambil minum air zam2. 


Sebab dalam hadits dikatakan:


مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ


“Air zam-zam (berkhasiat) sesuai niat peminumnya.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).


Saya ingin minum air zam2 dengan niat terbebas dari utang. 


Dan saya ingin meminumnya saat berbuka puasa, karena itu adalah waktu yang mustajab. 


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ


“Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. At- Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Dalam hadits yang lain, Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ


 “Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah)


Waktu itu, saya berbuka puasa sendirian di rumah. Jadi, lebih khusyuk dalam memanjatkan doa. 


🌻🌻🌻


🗓️HARI JUM'AT PAGI

Hari Jum'at pagi bada Subuh, saya ikut bantu mendistribusikan bingkisan sembako untuk orang2 yang membutuhkan. Diantaranya waktu itu saya berikan kepada ibu2 yang biasa menyapu di jalanan. 


Senang sekali si ibu mendapatkan bingkisan yang saya berikan. 


"Alhamdulillah, pagi2 udah dapet rezeki.." ucapnya gembira. 


Beberapa jam kemudian, saya buka WA. Ada pesan masuk dari nomer tak dikenal. 


Isinya berupa bukti transfer beserta keterangan alasan pengiriman uang ke rekening saya. Besarnya melebihi jumlah utang saya. 


Saya langsung sujud syukur. Menit itu juga, saya lunasi utang saya. 


Alhamdulillah, hanya dalam waktu 12 hari utang saya bisa lunas. 


Benarlah Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam:


مَنْ أَخَذَ دَيْنًا وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يُؤَدِّيَهُ أَعَانَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ


“Barang siapa yang berutang dan ia bertekad untuk melunasinya, maka Allah akan menolongnya.” (HR. An-Nasa’i)


🌻🌻🌻


❗PESAN❗

Lewat cerita ini, saya ingin memberi masukan kepada kawan2 yang saat ini sedang kesulitan ekonomi. Daripada minta2 ke orang, lebih baik berutang saja. Ini lebih mulia 


Coba cari orang yang bisa jadi perantara dalam mencari pinjaman. Kita tetapkan waktu pembayarannya. Kemudian, terus ikhtiar dan berdoa dalam upaya melunasi utang. Insya Allah, pertolongan Allah akan datang. Cepat atau lambat. 


Semoga kita semua dibebaskan dari belenggu hutang. 


Semoga kita semua diberi kesehatan, rezeki yang luas, dan kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat 


Amiin. 


Wallahu a'lam. 


✍️Bogor, Ahad malam 9 Syawwal 1447H/29 Maret 2026

@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar