✍️ CATATAN RAMADHAN (31)
🛵 PULANG KAMPUNG
Pagi tadi, saya memutuskan untuk pulang kampung. Mungkin lebih tepatnya pulang kota. Sebab orang tua saya tinggal di Jakarta. Kami keluarga besar Betawi Aseli 😁
Berangkat dari Bogor sekitar jam 05.30 pagi. Dengan sepeda motor. Alhamdulillah, sampai rumah orang tua di Jakarta sekitar jam 07.30. Kurang lebih 2 jam perjalanan dengan kecepatan santai.
🌻🌻🌻
🌸TRADISI TAHUNAN
Di Indonesia, setiap menjelang Idul Fithri biasanya ada tradisi mudik (pulang kampung). Para perantau banyak yang pulang ke kampung halamannya. Tujuan utamanya biasanya untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan para saudara yang sudah lama tidak ketemu. Sengaja dipilih waktu lebaran karena umumnya orang2 akan berkumpul di kampung halaman pada waktu ini.
Tentu saja, ini ada tradisi yang baik. Yang penting tidak ada pelanggaran syariat di dalamnya.
🌻🌻🌻
🌸KITA SEMUA AKAN PULANG KAMPUNG
Tradisi mudik, mengingatkan kita bahwa kelak kita semua akan pulang kampung. Kita akan pulang ke tempat kakek dan nenek kita berasal. Kita akan pulang ke Surga tempat tinggal pertama kali Adam dan Hawa.
Namun ternyata, tidak semua keturunan Adam dan Hawa bisa sampai ke Surga. Ada juga yang salah jalan. Bukannya ke Surga, mereka malah nyasar ke Neraka. Na'udzubillah.
Kenapa mereka bisa salah jalan❓
Sebab, mereka tidak mengikuti jalan orang2 yang telah di jamin masuk Surga. Mereka menyimpang dari jalannya para Nabi dan Rasul dan juga jalan orang2 beriman yang berada di atas jalan para Nabi dan Rasul.
Dalam surat An-Nisa ayat 115 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا
"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."
🌻🌻🌻
JANGAN SALAH JALAN❗
Agar tidak salah jalan, untuk ummat akhir zaman, kita wajib mengikuti Nabi Muhammad dan para Sahabatnya. Sebab, mereka adalah orang2 yang telah dijamin pasti masuk Surga.
Dalam surat At-Taubah ayat 100 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."
Kita ikuti cara mereka beragama. Kita ikuti aqidah mereka, ibadah mereka, akhlak mereka dan muamalah mereka sehari2.
🌻🌻🌻
💦BEKAL PERJALANAN
Sebagaimana mudik perlu bekal, perjalanan menuju Surga juga perlu bekal. Apa bekalnya❓
Dalam surat al-Baqarah ayat 197 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
"Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.”
Ya, bekalnya adalah takwa. Selama hidup di dunia, kita berusaha melakukan perintah Allah dan kita jauhi semua larangan-Nya.
Inilah bekal terbaik yang harus kita persiapkan👍
Semoga kita semua kelak di kumpulkan di Surga dan diselamatkan dari Neraka.
Amin.
Wallahu a'lam.
✍️Joglo Jakarta Barat, Ahad pagi 25 Ramadhan 1447H/15 Maret 2026
@MuhammadMujianto
Tulisan sebelumnya baca di sini: http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar