✍️ CATATAN RAMADHAN (30)
💦MENJADI ORANG KAYA
Untuk menjadi orang kaya tidak harus menunggu banyak uang. Kita bisa juga menjadi orang kaya dengan dua hal:
🌻Merasa cukup dan ridha (qana'ah) dengan rezeki pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Berapapun jumlahnya.
🌻Fokus memberi, bukan meminta.
Sebab, kata Rasululullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, kekayaan hakiki itu letaknya di hati yang selalu merasa puas dengan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta'ala (qana'ah).
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
“Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta. Namun kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati (yang selalu merasa cukup).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jadi kekayaan hakiki bukan terletak di banyaknya uang, megahnya rumah dan mewahnya kendaraan. Tapi, sekali lagi, kekayaan hakiki terletak di hati.
🌸🌸🌸
Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini, kita bisa menjadi orang kaya, meskipun harta kita tidak banyak. Diantara caranya adalah dengan merasa puas dengan rezeki yang didapat dan dengan banyak memberi. Kita berusaha menjadi orang yang "tangannya selalu di atas".
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah" (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kita bisa melakukan hal2 berikut:
🌸Memberi hidangan berbuka, meskipun cuma makanan sederhana
🌸Berinfak setiap hari, meskipun sedikit
Dll.
Kalau kita diberi keluasan rezeki, kita bisa:
🌸Borong takjil pedagang yang sepi pembeli untuk dibagi2
🌸Memberi pinjaman orang yang butuh uang
🌸Melunasi hutang orang yang terlilit hutang
Dll.
Atau, kalaupun kita tidak punya uang sama sekali, kita bisa mejadi wasilah tersalurkannya harta dari orang2 kaya kepada orang2 yang membutuhkan.
Intinya, kita berusaha gimana caranya supaya menjadi orang selalu memberi kebaikan kepada orang lain. Bukan malah menunggu dan berharap kebaikan dari orang terus.
❗BUKTI KEIMANAN❗
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
"Sedekah adalah bukti (keimanan)". (HR. Muslim)
Semakin kuat keimanan seseorang, dia akan semakin ringan untuk bersedekah. Sebaliknya, semakin lemah iman seseorang, dia akan semakin berat untuk bersedekah.
Terkadang, ada orang yang hartanya sedikit, namun dia rutin memasukan uang ke kotak infak yang ada di masjid. Dia pun hobi memberi makan orang2 miskin.
Dan terkadang, ada orang yang punya uang banyak. Namun, untuk memasukan uang sepuluh ribu saja ke kotak infak rasanya berat. Pelu berfikir sekian kali untuk melakukannya. Kalau menghadiri sebuah acara kumpul2, maunya selalu jadi penerima (yang menghabiskan makanan), tidak ada keinginan untuk jadi orang yang memberi (penyedia makanan).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
لَا يَـجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيْمَانُ فِـيْ قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا.
“Tidak akan pernah berkumpul antara kekikiran dan iman di hati seorang hamba selama-lamanya” (HR. Ahmad)
Semoga kita semua termasuk ke dalam kelompok orang2 yang kaya di mata Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Amiin.
Wallahu a'lam.
✍️Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Sabtu sore 24 Ramadhan 1447H/14 Maret 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan sebelumnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar