✍️ CATATAN RAMADHAN (13)
📒AL-QUR'AN DAN PUASA
Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur'an. Kemudian, di bulan Ramadhan kita diperintahkan untuk berpuasa.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaknya kamu berpuasa...". (QS. Al-Baqarah [2]: 185)
Naah..
Kira2 apa hubungan al-Qur'an dengan puasa❓
Begini...
Al-Qur'an adalah pedoman hidup manusia. Dengan memahami al-Qur'an dan mengamalkan isinya, kita pasti akan selamat dunia dan akhirat.
Namun, siapakah orang2 yang bisa memahami al-Qur'an dan mengamalkan isinya?
Tentu saja mereka yang memiliki hati yang bersih. Bersih dari segala macam kotoran hati, seperti: sombong, riya, hasad, dll
Nah, ibadah puasa bisa membantu untuk membersihkan hati dari segala kotoran dan penyakit yang ada padanya.
Jadi, berpuasa secara tidak langsung bisa membantu untuk memudahkan kita dalam memahami al-Qur'an dan mengamalkan isinya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 2)
Takwa adalah buah dari kebersihan hati. Orang yang hatinya kotor (penuh penyakit hati) dan banyak berbuat maksiat tentu akan sulit menerima petunjuk Al-Quran. Dan puasa bisa mengarahkan orang jadi bertakwa (lihat surat al-Baqarah ayat 183).
Oleh karena itu, kalau kita ingin mendapatkan petunjuk dan manfaat dari al-Qur'an, maka kita harus bersihkan dulu hati kita. Diantara caranya adalah dengan berpuasa.
Dengan berpuasa, hati kita jadi bersih. Dengan berpuasa kita akan jadi orang yang bertakwa. Dan Al-Quran akan menjadi petunjuk untuk orang2 yang bertakwa.
Maka, al-Qur'an dan puasa memiliki hubungan yang sangat erat.
Utsman bi Affan radhiyallahu 'anhu pernah berkata:
لَوْ طَهَرَتْ قُلُوْبُنَا، مَا شَبِعَتْ مِنْ كَلَامْ اللّٰهِ
"Sekiranya hati kita ini bersih, tidaklah ia akan jemu (bosan) membaca Al-Qur'an."
Terakhir...
Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat (pertolongan) di akhirat nanti.
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda:
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” (HR. Ahmad)
Semoga di bulan suci Ramadhan tahun ini, sambil menjalankan ibadah puasa, kita juga diberi kekuatan dan kemudahan untuk membaca, memahami dan mengamalkan isi al-Qur'an.
Amiin.
Wallahu a'lam.
✍️Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Senin sore 12 Ramadhan 1447H/2 Maret 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan lainnya di sini: http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar