Sabtu, 30 Agustus 2025

MENATAP MASA DEPAN

 ✍️ Catatan Akhir Pekan


✊MENATAP MASA DEPAN


Coba perhatikan kaca spion kendaraan. Misalnya, kaca spion sepeda motor. Kira2 apa fungsinya?


Ya, tentu saja untuk melihat keadaan di belakangan kendaraan, kan? Anak kecil juga tahu :)


Tapi, begini..


Ketika kita berkendaraan, apakah kita selalu melihat ke kaca spion?


Tentu tidak, bukan?


Pandangan kita tentu fokus ke arah depan. Sekali waktu saja kita melihat ke arah spion. 


Kira2 apa yang terjadi kalau kita selalu melihat ke arah kaca spion? 


Bisa2 kita nabrak kendaraan di depan!


Naah...


Hidup kita juga seperti itu. Kaca spion ibarat masa lalu. Sesekali kali saja kita lihat, jika memang diperlukan. Adapun fokus kita adalah menatap masa depan. 


Kalau hidup kita selalu digunakan untuk mengenang masa lalu, apalagi dengan terus-menerus menyesalinya, bisa2 hidup kita akan celaka (tidak bahagia).



💦 KEMARIN, SEKARANG DAN BESOK

Waktu terbagi menjadi tiga:


1️⃣ Kemarin

2️⃣ Sekarang

3️⃣ Besok


Waktu kemarin sudah berlalu. Kita tidak bisa mengulangnya kembali. Kita hanya bisa mengenangnya untuk kemudian mengambil pelajaran darinya.


Sedangkan waktu besok masih samar. Bisa kita dapat, bisa juga tidak. Betapa banyak orang yang merasa besok masih bisa hidup, namun ternyata takdir berkata lain. Malaikat maut datang menjemputnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


Adapun waktu sekarang, itulah yang kita punya. Kita bisa memanfaatkannya untuk persiapan menyambut datangnya kematian. Kita bisa gunakan untuk mengumpulkan bekal menuju Surga.


💦HIDUPLAH HARI INI❗

Karena hari kemarin sudah berlalu, dan hari esok masih belum jelas, maka hendaknya kita fokus menjalani hari ini. Jangan kita sesalkan apa yang sudah berlalu. Jangan juga kita cemaskan hari esok yang belum tentu kita lewati.


Hiduplah hari ini!


Fokuskan seluruh tenaga dan fikiran kita untuk menjalani hari ini dengan sebaik mungkin. Jangan sesali hari kemarin. Jangan pula cemaskan hari esok. 


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah mengajarkan sebuah doa:


اللهُم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ 


“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekhawatiran dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari lilitan hutang dan laki-laki yang menindas-(ku)“. (HR. Bukhari: 6369)


Maksud dari "al-hammu" (kekhawatiran) adalah kesedihan yang terjadi karena takut pada perkara yang akan datang. Misalnya dengan berkata: Bagaimana kalau besok dagangan saya tidak laku? Bagaimana kalau besok terjadi krisis ekonomi? Bagaimana kalau....? Bagaimana kalau...?


Sedangkan maksud dari "al-hazan" (kesedihan) adalah kesedihan pada perkara yang telah berlalu yang tidak mungkin untuk dicegah maupun diraih. Misalnya dengan berkata: Seandainya kemarin saya tidak pergi, maka....? Seandainya kemarin saya tidak jadi beli, maka...? Seandainya....?


Doa ini mengajarkan kita untuk membuang semua bentuk penyakit hati yang bisa melemahkan diri kita saat menjalani kehidupan di hari ini.



💦SEMANGATLAH✊

Dalam doa yang lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mengajarkan kita untuk semangat dalam menjalani hari dan mengajak kita untuk membuang hal2 yang bisa melemahkan jiwa.


Beliau Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ


“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan ini, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithan.” (HR. Muslim: 47)


Syaikh As-Sa'di dalam kitab Al-Wasailul Mufidah lil Hayatis Sa'idah mengatakan: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membagi urusan itu menjadi dua bagian: 


1️⃣ Urusan yang seorang hamba bisa mencapainya, atau mencapai apa2 yang bisa diraih, dicegah, atau diminimalisir. Untuk hal ini, hendaknya seorang hamba menampakan kesungguhan dan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


2️⃣ Yang tidak mungkin dicapai. Untuk hal ini, hendaknya seorang hamba merasa tenang, ridho dan pasrah."



💦MERENCANAKAN HARI ESOK

Meskipun hari esok belum menjadi milik kita, namun kita boleh untuk merencanakan hari esok. Kita susun strategi agar hari esok bisa menjadi lebih baik dari hari ini.


Namun, ingat! Tugas kita hanya merencanakan. Adapun hasilnya, kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita bertawakal kepada-Nya.


Jangan cemaskan hari esok! Yakinlah, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menetapkan yang terbaik untuk hamba2Nya yang shalih.



💦 JANGAN BERSEDIH❗

Jadi, kalau kita ingin hidup tenang dan bahagia, tidak sedih dan gelisah, maka kita bisa fokuskan fikiran dan perhatian pada pekerjaan hari ini. Jangan kita sedih dengan apa yang telah berlalu, dan jangan pula cemas dengan hari esok yang belum tentu kita lalui.


Bersemangatlah menjalani hari ini✊


Lupakan hari kemarin✊


Jangan cemaskan hari esok✊


Semoga kita semua selamat dunia akhirat🌹


Amiin.


Wallahu a'lam.


✍️ Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Malam Ahad 30 Agustus 2025

@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar