Selasa, 26 Agustus 2025

BANYAK ANAK BANYAK REZEKI

 ๐Ÿ“’BANYAK ANAK BANYAK REZEKI


Ada sebuah perkataan yang populer di masyarakat kita. Katanya, “Banyak anak, banyak rezeki”. 


Benarkah pernyataan ini?


Kalau menurut saya sih benar. Sebab, semua makhluk yang ada di muka bumi ini memang sudah dijamin rezekinya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


ูˆَู…َุง ู…ِู† ุฏَุขุจَّุฉٍ ูِูŠ ุงู„ุฃَุฑْุถِ ุฅِู„ุงَّ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„ّู‡ِ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง


“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya..” (QS. Hud [11]: 6)


Dalam kitab Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah, mengatakan terkait ayat ini: “Semua makhluk di atas muka bumi, baik yang melata maupun yang berjalan, baik manusia ataupun hewan, tidak ada satu pun melainkan Allah-lah Yang memberi rezeki....”.


Kemudian, dalam hadits tentang proses penciptaan manusia, disebutkan bahwa setiap manusia yang lahir sudah ditetapkan rezekinya sejak dalam kandungan.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:


ุฅู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู… ูŠُุฌْู…َุนُ ุฎู„ู‚ُู‡ُ ูِูŠْ ุจَุทْู†ِ ุฃُู…ِّู‡ِ ุฃَุฑْุจَุนِูŠْู†َ ูŠَูˆْู…ًุง ู†ُุทْูَุฉً، ุซُู…َّ ูŠَูƒُูˆْู†ُ ุนَู„َู‚َุฉً ู…ِุซْู„َ ุฐَู„ِูƒَ، ุซُู…َّ ูŠَูƒُูˆْู†ُ ู…ُุถْุบَุฉً ู…ِุซู„َ ุฐَู„ِูƒَ، ุซُู…َّ ูŠُุฑْุณَู„ُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْู…َู„َูƒُ ููŠَู†ْูُุฎُ ูِูŠْู‡ِ ุงู„ุฑُّูˆْุญَ، ูˆَูŠُุคْู…َุฑُ ุจِุฃَุฑْุจَุนِ ูƒَู„ِู…َุงุชٍ: ุจِูƒَุชْุจِ ุฑِุฒْู‚ِู‡ِ، ูˆَุฃَุฌَู„ِู‡ِ، ูˆَุนَู…َู„ِู‡ِ، ูˆَุดَู‚ِูŠٌّ ุฃَูˆْ ุณَุนِูŠْุฏٌ


”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.” (HR. Al-Bukhari: 3208 dan Muslim: 2643)


Jadi, kalau satu anak membawa satu paket rezeki, maka semakin banyak anak, akan semakin banyak pula paket rezeki yang dibawa. Maka, benarlah kalau dikatakan bahwa banyak anak itu banyak rezeki.


*****


Namun, yang jadi pertanyaan sekarang adalah: Apakah keberadaan anak ini otomatis bisa memberi manfaat kepada kedua orang tuanya?


Naah…


Ini dia yang akan kita bahas…


>>> MAKNA REZEKI

Sebelumnya, kita bahas dulu apa yang dimaksud dengan rezeki. Ibnu Manzur dalam kitab Lisan Al-Arab mengatakan bahwa rezeki adalah segala sesuatu yang menopang kehidupan setiap makhluk hidup, baik secara material maupun spiritual. 


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah juga mengatakan bahwa rezeki adalah segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, dan ada dua jenis rezeki:


    • Rezeki yang menopang badan (seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dan lain-lain).

      

    • Rezeki yang menopang agama (seperti ilmu pengetahuan dan iman)."


Jadi, kalau kita kaitkan dengan anak, berarti anak yang terlahir bisa membawa berbagai macam bentuk rezeki. 


*****


Namun, keberadaan anak, tidak otomatis bisa memberi manfaat kepada kedua orang tuanya. Bahkan ada yang malah menjadi musuh.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฅِู†َّ ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِูƒُู…ْ ูˆَุฃَูˆْู„َุงุฏِูƒُู…ْ ุนَุฏُูˆًّุง ู„َูƒُู…ْ ูَุงุญْุฐَุฑُูˆู‡ُู…ْ ۚ ูˆَุฅِู†ْ ุชَุนْูُูˆุง ูˆَุชَุตْูَุญُูˆุง ูˆَุชَุบْูِุฑُูˆุง ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ


“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. At-Taghabun [64]:14).


Dalam kitab Tafsir Al-Muyassar dijelaskan: “Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya diantara para istri dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian yang menghalang-halangi kalian dari jalan Allah, dan menggembosi kalian dari ketaatan kepada Allah. Waspadailah mereka, jangan menuruti mereka. Bila kalian berpaling dari keburukan-keburukan mereka dan memaafkannya serta menutupinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah mengampuni dosa-dosa kalian karena Allah adalah Pemilik ampunan yang besar dan rahmat yang luas.”


Kemudian, pada ayat berikutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


  ุฅِู†َّู…َุข ุฃَู…ْูˆَุงู„ُูƒُู…ْ ูˆَุฃَูˆْู„ุงَุฏُูƒُู…ْ ูِุชْู†َุฉُُ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุนِู†ุฏَู‡ُ ุฃَุฌْุฑٌ ุนَุธِูŠู…ُُ


“Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun [64]:15).


Dalam kitab Tafsir Al-Mukhtashar dijelaskan: “Sesungguhnya harta dan anak-anak kalian hanyalah cobaan dan ujian bagi kalian. Terkadang mereka membawa kalian kepada mencari harta yang haram dan meninggalkan ketaatan kepada Allah, dan di sisi Allah terdapat pahala yang besar bagi orang yang mendahulukan ketaatan kepada-Nya daripada ketaatan kepada anak-anaknya dan kesibukan dengan harta. Dan pahala yang agung tersebut adalah Surga.”


Jadi, keberadaan anak, ada yang bisa memberi manfaat kepada orang tua dan ada juga yang malah sebaliknya. Mereka malah jadi beban bagi orang tua. Bahkan ada anak yang malah menjerumuskan orang tuanya ke dalam jurang kebinasaan dunia dan akhirat. Na’udzu billaah..


*****


Oleh karena itu, agar keberadaan anak bisa memberi manfaat kepada kita sebagai orang tua, maka kita harus melakukan langkah-langkah berikut:


>>> BERSYUKUR DENGAN KEBERADAAN ANAK

Anak adalah anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


ุงู„ْู…َุงู„ُ ูˆَุงู„ْุจَู†ُูˆู†َ ุฒِูŠู†َุฉُ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ْุจَุงู‚ِูŠَุงุชُ ุงู„ุตَّุงู„ِุญَุงุชُ ุฎَูŠْุฑٌ ุนِู†ุฏَ ุฑَุจِّูƒَ ุซَูˆَุงุจًุง ูˆَุฎَูŠْุฑٌ ุฃَู…َู„ุงً


“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan.” (QS. Al Kahfi [18]:46).


Oleh karena itu, agar menjadi keberkahan, nikmat anak ini harus kita syukuri. Semoga dengan syukur kita ini akan melahirkan kenikmatan-kenikmatan lainnya.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


ูˆَุฅِุฐْ ุชَุฃَุฐَّู†َ ุฑَุจُّูƒُู…ْ ู„َุฆِู†ْ ุดَูƒَุฑْุชُู…ْ ู„َุฃَุฒِูŠุฏَู†َّูƒُู…ْ ۖ ูˆَู„َุฆِู†ْ ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจِูŠ ู„َุดَุฏِูŠุฏٌ


“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim [14]:7)


>>> MENDIDIK ANAK

Anak adalah titipan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap orang tua wajib untuk menjaga titipan ini dengan baik. Mereka harus mendidik, menasihati dan mengarahkan anak agar menjadi anak yang shalih dan shalihah.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู‚ُูˆุง ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ ูˆَุฃَู‡ْู„ِูŠูƒُู…ْ ู†َุงุฑًุง


“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (QS. At-Tahrim [66]: 6)


Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan: “...Menjaga diri dengan menunaikan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta bertaubat dari perbuatan yang membuat Allah murka dan mengundang azab serta menjaga keluarga dan anak-anak dengan cara mendidik, mengajarkan serta memaksa mereka untuk menunaikan perintah-perintah Allah. Seorang hamba tidak akan selamat hingga menunaikan perintah Allah terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya seperti istri dan anak, serta yang lainnya yang berada di bawah kekuasaannya.”


Kelak, di akhirat nanti, para orang tua akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terkait amanah anak ini. 


Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda:


ูƒُู„ُّูƒُู…ْ ุฑَุงุนٍ ูˆَูƒُู„ُّูƒُู…ْ ู…َุณْุฆُูˆู„ٌ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ ูَุงู„ْุฅِู…َุงู…ُ ุงู„َّุฐِูŠ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฑَุงุนٍ ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุณْุฆُูˆู„ٌ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ ูˆَุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุฑَุงุนٍ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุณْุฆُูˆู„ٌ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ ูˆَุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ุฑَุงุนِูŠَุฉٌ ุนَู„َู‰ ุฃَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชِ ุฒَูˆْุฌِู‡َุง ูˆَูˆَู„َุฏِู‡ِ ูˆَู‡ِูŠَ ู…َุณْุฆُูˆู„َุฉٌ ุนَู†ْู‡ُู…ْ ูˆَุนَุจْุฏُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุฑَุงุนٍ ุนَู„َู‰ ู…َุงู„ِ ุณَูŠِّุฏِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุณْุฆُูˆู„ٌ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู„َุง ูَูƒُู„ُّูƒُู…ْ ุฑَุงุนٍ ูˆَูƒُู„ُّูƒُู…ْ ู…َุณْุฆُูˆู„ٌ ุนَู†ْ ุฑَุนِูŠَّุชِู‡ِ


“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Dan istri adalah pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka. Dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya. Ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari: 5188 dan Muslim: 1829)


>>> MEMBERI CONTOH YANG BAIK

Orang tua harus bisa memberi teladan yang  baik untuk anak-anaknya. Sebab, biasanya anak-anak akan meniru perbuatan orang tuanya. 


Jadi, untuk mencetak anak shalih, orang tua harus menjadi shalih terlebih dahulu. Selain untuk jadi contoh bagi anak-anaknya, kesalihan orang tua juga bisa menjadi penjaga bagi anak-anaknya.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


ูˆَุฃَู…َّุง ุงู„ْุฌِุฏَุงุฑُ ูَูƒَุงู†َ ู„ِุบُู„َุงู…َูŠْู†ِ ูŠَุชِูŠู…َูŠْู†ِ ูِูŠ ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉِ ูˆَูƒَุงู†َ ุชَุญْุชَู‡ُ ูƒَู†ْุฒٌ ู„َู‡ُู…َุง ูˆَูƒَุงู†َ ุฃَุจُูˆู‡ُู…َุง ุตَุงู„ِุญًุง


“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh..”. (QS. Al-Kahfi [18]: 82)


Syaikh As-Sa’di rahimahullah dalam kitab tafsirnya mengatakan: “Kedua orang tua mereka sudah tiada. Maka Allah memelihara mereka berdua juga lantaran keshalihan kedua orang tua mereka..”.


>>> MENDOAKAN ANAK

Sehebat apapun orang tua mendidik anaknya, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membantu, maka mereka tidak akan berhasil untuk mencetak anak yang shalih. Oleh karena itu, para orang tua harus terus berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar diberi kemudahan dalam mendidik anak-anak mereka.


Berikut ini diantara doa yang bisa dibaca oleh para orang tua:


ุฑَุจَّู†َุง ู‡َุจْ ู„َู†َุง ู…ِู†ْ ุฃَุฒْูˆَุงุฌِู†َุง ูˆَุฐُุฑِّูŠَّุงุชِู†َุง ู‚ُุฑَّุฉَ ุฃَุนْูŠُู†ٍ ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู„ِู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠู†َ ุฅِู…َุงู…ًุง


“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al-Furqan [25]: 74)


*****


Selain itu semua, orang tua juga harus memberi nafkah (sandang, pangan dan papan) yang halal kepada anak-anaknya. Kemudian, orang tua juga harus mejaga anak-anaknya dari bergaul dengan teman-teman yang buruk. 


Semoga kita semua dikarunia anak yang shalih dan shalihah yang bisa membantu kita untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 


Amiin..


Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Selasa 26 Agustus 2025 

@MuhammadMujianto


DAFTAR PUSTAKA:

    • https://tafsirweb.com/11010-surat-at-tahrim-ayat-6.html

    • https://tafsirweb.com/10959-surat-at-taghabun-ayat-15.html

    • https://tafsirweb.com/10958-surat-at-taghabun-ayat-14.html

    • https://tafsirweb.com/4908-surat-al-kahfi-ayat-82.html

    • https://tafsirweb.com/3498-surat-hud-ayat-6.html

    • Dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar