✍️ CATATAN RAMADHAN (6)
IMSAAAK....❗IMSAAAK...❗
Dulu, waktu masih tinggal di kampung, saat bulan Ramadhan, sekitar 10 menit sebelum adzan Subuh berkumandang, biasanya ada pemberitahuan lewat pengeras suara di masjid dekat rumah:
IMSAAAK...! IMSAAAK...!
Itu tandanya sebentar lagi akan masuk waktu Subuh. Harapannya, dengan pemberitahuan ini, masyarakat jadi bersiap2.
💦Kalau ada yang masih makan, segera dihabiskan makanannya.
💦Kalau ada yang masih ngopi, segera dihabiskan kopinya.
💦Kalau ada yang baru bangun, cukup makan makanan ringan saja agar tidak masuk waktu Subuh.
Jadi, itu tujuan pemberitahuan waktu imsak. Dan dia sifatnya hanya sarana. Tujuannya adalah agar ibadah puasa dan juga shalat Subuh bisa dikerjakan dengan baik.
Tentu akan sangat tidak enak ketika kita sedang enak2nya makan atau minum kopi tiba2 adzan berkumandang. Udah gitu, kita belum gosok gigi.
🌻🌻🌻
Jadi, menurut keyakinan saya, pemberitahuan waktu imsak boleh2 saja dilakukan.
Bagi saya, pemberitahuan waktu imsak itu ibarat alarm yang sengaja kita bunyikan sekian menit sebelum waktu shalat tiba. Tujuannya, agar kita bisa punya persiapan untuk mengerjakan shalat. Kalau perlu mandi, kita bisa mandi dulu. Kalau sangat lapar, kita bisa makan dulu.
Biasanya, ahli ilmu di Indonesia mengunakan hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu sebagai dalil penentuan waktu imsak.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (576), Anas bin Malik menceritakan bahwa suatu hari Zaid bin Tsabit pernah makan sahur bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Setelah selesai makan sahur, Nabi berdiri menuju shalat, dan kemudian shalat.
Anas ditanya, "Berapa jarak antara selesai makan sahur dan masuk mengerjakan shalat?"
Anas menjawab, "Sekitar orang membaca 50 ayat".
Dari hadits ini, kita bisa mengambil beberapa pelajaran, diantaranya:
💦Waktu makan sahur Nabi adalah mendekati waktu Subuh (Beliau mengakhirkan sahur).
💦Beliau berhenti makan Sahur sebelum masuk waktu shalat Subuh.
💦Selesai makan sahur, beliau segera ke masjid untuk mengerjakan shalat.
❗PENTING❗
Namun perlu dipahami bahwa waktu imsak bukankah batas awal mengerjakan puasa. Saat imsak, kita masih boleh makan dan minum.
Penentuan waktu imsak hanya bentuk kehati2an agar kita tidak makan dan minum saat sudah masuk waktu Subuh.
Kemudian, hendaknya pemberian waktu imsak tidak berlebihan. Jangan sampai, pemberitahuan waktu imsak malah mengganggu ketenangan warga sekitar masjid.
Demikian.
Wallahu a'lam.
✍️Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Selasa 6 Ramadhan 1447H/24 Februari 2026
@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar