Kamis, 26 Februari 2026

CATATAN RAMADHAN 10: SEBELUM DIA PERGI

 


✍️ CATATAN RAMADHAN (10)


📒 SEBELUM DIA PERGI 


Ada yang menarik pada ayat tentang puasa. Yaitu, ayat yang menunjukan jumlah hari berpuasa.


Pada surat al-Baqarah ayat 183, Allah Subhanahu wa Ta'ala berbicara tentang kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 183)


Kemudian, Allah Subhanahu wa Ta'ala melanjutkan firman-Nya:


أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ


"(Yaitu) dalam hari2 tertentu...". 


Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa hari2 berpuasa di bulan Ramadhan itu sekitar 29/30 hari. 


Tapi yang menarik di sini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menggunakan lafazh jamak qillah (bilangan 3-10).


Apa itu jamak qillah? 


Begini..


Dalam bahasa Arab, ada yang namanya jamak qillah dan ada jamak katsroh.


Jamak qillah itu menunjukan bilangan 3-10. Sedangkan jamak katsroh menunjukan bilangan 3 sampai tak terhingga.


Naah...


Lafazh أياما معدودات ini termasuk jamak qillah. Sehingga seharusnya  menunjukan bilangan 3-10. 


Tapi, kenapa digunakan untuk hari berpuasa di bulan Ramadhan yang jumlahnya 29/30 hari❓


Para ahli ilmu menjelaskan bahwa penggunaan jamak qillah untuk jumlah hari berpuasa menunjukkan bahwa waktu 29/30 hari itu sangat sedikit kalau dibandingkan dengan pahala puasa yang tanpa batas.


Ada hadits yang menerangkan tentang pahala puasa Ramadhan.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:


كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ


“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim: 1151)


Jadi, kalau dibandingkan dengan pahala puasa yang sangat besar, maka waktu sebulan itu seakan sedikit. Bahkan sangat sedikit.


Permisalannya seperti orang yang digaji milyaran bahkan trilyunan hanya dengan berkerja sebulan. Tentu dia akan menganggap bahwa waktu sebulan itu sangat singkat.


🌻🌻🌻


Oleh karena itu, jangan kita merasa berat dalam menjalankan ibadah puasa. Sebab, kalau kita mengerjakannya dengan dasar keimanan dan berharap pahala, juga dengan mencontoh puasa Rasulullah, pasti kita akan mendapatkan pahala besar di akhirat nanti.


Kemudian, selain pahala puasa yang tanpa batas, bulan Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan. Misalnya:


💦Pahala ibadah dilipatgandakan

💦Doa2 dikabulkan

💦Pintu Surga dibuka lebar2

💦Pintu Neraka ditutup

💦Setan2 dibelenggu

💦Dll.


🌻🌻🌻


👣 CEPAT BERLALU

Kemudian, bagi orang beriman, hari2 di Bulan Ramadhan akan terasa cepat berlalu. Kita tentu bisa merasakannya sendiri.


Perasaan baru kemarin kita menyambut datangnya bulan Ramadhan. Eh, tau2 sekarang sudah memasuki pertengahan.


Nanti, tau2 sudah memasuki akhir Ramadhan. Kemudian, Ramadhan pun pergi meninggalkan kita.


Oleh karena itu, sebelum Ramadhan pergi, hendaknya kita pergunakan kesempatan di bulan ini untuk memperbanyak amal kebaikan. Sebelum kita menyesal di hari kemudian!


أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَٰحَسْرَتَىٰ عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِى جَنۢبِ ٱللَّهِ


"Supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah..." (QS. Az-Zumar: 56)


Semoga kita termasuk ke dalam golongan hamba2 Allah yang beruntung di dunia dan akhirat.


Wallahu a'lam.



✍️Perumahan Bukit Asri Ciomas Bogor, Jum'at lagi 9 Ramadhan 1447H/27 Februari 2026

@MuhammadMujianto


Baca tulisan lainnya di: http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar