Sabtu, 21 Mei 2022

CATATAN BAHASA ARAB (7)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (7)


MAA (ู…َุง) bisa berupa ISIM ISTIFHAM dan ISIM MAUSHUL. Kita bisa membedakannya dengan memahami susunan kalimat.


Berkaitan dengan ู…ุง ada kaidah yang penting untuk dipahami:


๐Ÿ’ฆ Jika terletak setelah HURUF JAR, maka penulisannya disambung.


๐Ÿ’ฆ MAA yang berupa ISIM ISTIFHAM, jika bersambung dengan huruf jar, maka huruf alifnya dibuang:


✨ ุนَู…ّ ูŠَุชَุณَุงุกَู„ُูˆْู†َ


Tentang apakah mereka saling bertanya?


Bentuk asalnya:

Kamis, 19 Mei 2022

CATATAN BAHASA ARAB (6)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (6)


Dalam bahasa Arab, terkadang ada kata yang huruf penyusunnya dibuang. Ada juga yang huruf penyusunnya diganti dengan huruf yang lain. Sehingga pola katanya menjadi berbeda dengan pola kata pada umumnya.


Misalnya, pada surat Al-Qadr ayat 4.


✨ ุชَู†َุฒَّู„ُ 


Bentuk asalnya:


✨ ุชَุชَู†َุฒَّู„ُ


Huruf ุช yang ada di awal dibuang.


Contoh lain pada surat Al-Muzzammil ayat 1.


✨ ุงู„ْู…ُุฒَّู…ِّู„ُ


Bentuk asalnya:

Rabu, 18 Mei 2022

CATATAN BAHASA ARAB (5)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (5)


✍️FI’IL MUDHORE YANG BERUBAH MAKNA


Menyambung tulisan sebelumnya, FI’IL MUDHORE juga ada yang bisa berubah maknanya menjadi seperti FI’IL MADHI. Yang pada asalnya menunjukkan kejadian di waktu sekarang/akan datang, kemudian bisa berubah menjadi kejadian di waktu lampau. 


Kapankah itu bisa terjadi?


Hal itu bisa terjadi jika FI’IL MUDHORE diawali oleh huruf-huruf berikut:


๐Ÿ‚ Diawali huruf LAM 


ู„ู… ูŠูู‡ู… ุนู„ูŠ ุงู„ุฏุฑุณ


"Ali belum paham pelajaran itu"


๐Ÿ‚ Diawali huruf LAMMA


ู„ู…ุง ูŠุญุถุฑ ุฒูŠุฏ


"Zaid belum hadir (hingga kini)"


๐Ÿ‚ Diawali huruf RUBBAMA


ุฑุจู…ุง ุชูƒุฑู‡ ู…ุง ููŠู‡ ุงู„ุฎูŠุฑ ู„ูƒ


"Terkadang kamu membenci apa-apa yang didalamnya terdapat kebaikan untukmu"


Demikian saja. 


Semoga bermanfaat.


Wallahu a’lam. 


๐Ÿ“’ Pembahasan diolah dari kitab At-Ta'liqaat Al-Jaliyyah


๐Ÿ‘‡BACA CATATAN LAINNYA๐Ÿ‘‡

http://kitabfahimna.blogspot.com

CATATAN BAHASA ARAB (4)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (4)


๐Ÿ“’ FI’IL MADHI YANG BERUBAH MAKNA


Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa FI’IL MADHI adalah kata kerja untuk waktu lampau, sedangkan FI’IL MUDHORE adalah kata kerja untuk waktu sekarang atau akan datang. 


Misalnya:


“ุฐَู‡َุจَ”

 TELAH pergi


“ูŠَุฐْู‡َุจُ”

 SEDANG/AKAN pergi


Namun, pada keadaan tertentu, FI’IL MADHI bisa berubah maknanya menjadi seperti FI’IL MUDHORE (Menunjukkan aktivitas di waktu SEKARANG/AKAN DATANG). Begitupun sebaliknya. FI’IL MUDHORE bisa berubah maknanya menjadi seperti FI’IL MADHI. 


Berikut penjelasannya:


๐Ÿ‚Terkadang FI’IL MADHI menunjukkan waktu SEKARANG pada lafaz-lafaz seputar AKAD. Seperti misalnya:


ุจِุนْุชُูƒَ ู‡ุฐَุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ


“Aku jual kepadamu kitab ini”


ูˆَู‡َุจْุชُูƒَ ู‡ุฐَุง ุงู„ْุจَูŠْุชَ


Aku hadiahkan rumah ini kepadamu”


ู‚َุจِู„ْุชُ ู†ِูƒَุงุญَู‡َุง


“Aku terima nikahnya”


๐Ÿ‚ Terkadang FI’IL MADHI menunjukkan waktu AKAN DATANG pada keadaan berikut:


✨Jika terletak setelah ADAT SYARAT, selain LAW “ู„ูˆ”. 


ู…َู†ْ ุฌَุฏَّ ูˆَุฌَุฏَ


Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka dia AKAN berhasil.


✨Jika diperuntukkan untuk do’a.


ุฑَุญِู…َูƒَ ุงู„ู„ู‡ُ


“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatimu”


ุจَุงุฑَูƒَ ุงู„ู„ู‡ُ ู„َูƒَ


“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahimu”


Lalu, bagaimana dengan FI’IL MUDHORE? 


Tunggu tulisan berikutnya. Untuk sementara FI’IL MADHI dulu.


Demikian saja. Semoga bermanfaat. 


๐Ÿ“’ Pembahasan diolah dari kitab At-Ta'liqaat Al-Jaliyyah


๐Ÿ‘‡BACA CATATAN LAINNYA DI๐Ÿ‘‡

http://kitabfahimna.blogspot.com

CATATAN BAHASA ARAB (3)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (3)


FI'IL MUDHORE bisa menunjukkan waktu sekarang dan akan datang. 


Jika ada indikasi yang menunjukan waktu sekarang, maka dia bermakna aktifitas di waktu sekarang.


✨ ูŠَุฐْู‡َุจُ ุฒูŠุฏٌ ุงู„ْุขู†َ


Zaid sedang pergi sekarang


Keberadaan kata ุงู„ุขู† menunjukan bahwa fi'il mudhore bermakna sekarang.


Namun,

Selasa, 17 Mei 2022

CATATAN BAHASA ARAB (2)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (2)


Satu HURUF JAR bisa memiliki banyak makna. Ada yang sampai belasan makna. Kadang sebuah huruf, mengandung makna huruf yang lain.


Contohnya pada ayat:


✨ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุฃَู…ْุฑٍ


Surat al-Qadr ayat 4


Ada yang mengatakan huruf ู…ู† di sini bermakna huruf ุงู„ุจุงุก, sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah di kitab tafsirnya.


Contoh lain lagi,

CATATAN BAHASA ARAB (1)

 


๐Ÿ–Š️ CATATAN BAHASA ARAB (1)


Isim yang terletak setelah ู„َูˆْู„َุง berposisi sebagai MUBTADA yang KHOBARNYA WAJIB DIBUANG. Diperkirakan khobarnya adalah ู…َูˆْุฌُูˆุฏٌ (Arti: ADA).


Contoh:


ู„ูˆู„ุง ุงู„ْู…َุงุกُ ู„َู‡َู„َูƒَ ุงู„ุฒَّุฑْุนُ


Kalaulah tidak ada air, niscaya tanaman akan binasa


✍️Sumber risalah berbahasa Arab:


https://www.facebook.com/1438911706322813/posts/1901676796712966/