✍️ CATATAN MUHARRAM (2)
☹️ JANGAN NGAMBEKAN😁
Pernah suatu ketika, saya mendengarkan ceramah seorang ustadz. Beliau termasuk ustadz senior. Jama'ahnya cukup banyak.
Ketika itu, dalam ceramahnya, beliau selipkan nasihat untuk para ustadz. Kata beliau:
"Jadi ustadz itu jangan ngambekan... Repot kalau ustadz itu ngambekan.. Dikit2 ngambek..."
Kurang lebih begitu nasihatnya yang masih saya ingat.
Bagi orang yang bukan pengajar atau bukan ustadz, mungkin kurang bisa merasakan betapa pentingnya nasihat ini.
Tapi, bagi seorang ustadz atau pengajar (terutama pengajar gratisan) nasihat ini sangat penting. Sebab, banyak hal dalam dunia ta'klim yang bisa membuat seorang ustadz marah dan rasanya ingin meninggalkan majelisnya. Bahasa lainnya "ngambek".
Banyak contohnya.
Saya pernah dapat cerita tentang seorang ustadz lulusan Madinah punya majelis rutin Ummahat. Suatu ketika, saat dia sudah sampai masjid, ternyata tempat pengajiannya belum disiapkan. Akhirnya, dia yang turun tangan langsung menyiapkannya.
Pernah juga, seorang ustadz lulusan Madinah yang lain, setelah menempuh perjalanan jauh untuk ngisi pengajian, ternyata panitia pengajiannya belum menyiapkan tempat pengajian. Mereka masih santai2 saja.
Belum lagi, jama'ah pengajian yang datangnya telat2. Ada juga yang ngobrol saat pengajian. Belum lagi yang ngaji sambil main HP.
Dll.
Saya pribadi pernah mengalami kejadian tidak mengenakan bersama murid2 yang saya ajarkan bahasa Arab. Kejadiannya sekian tahun lalu. Waktu saya masih tinggal di sekitaran kampus IPB Dramaga Bogor.
Waktu itu saya mengajar bahasa Arab tingkat lanjutan. Suatu hari, saya datang seperti biasa. Sesuai jadwal.
Tapi, ketika saya sampai tempat belajar, belum ada satu orang pun yang datang. Saya tunggu hingga sekitar setengah jam, tetap tidak ada yang datang. Akhirnya, saya pulang lagi ke rumah. Tidak jadi ngajar.
🌻🌻🌻
Di dunia online juga sama. Saya pernah beberapa kali mengadakan pelatihan bahasa Arab gratis via WA. Di awal sudah dibuat aturan: bagi yang sudah mendaftar atau masuk grup, maka dilarang keluar. Kalau tidak bisa ikut pelatihan sampai selesai, wajib membayar denda.
Kesepakatan sudah dibuat di awal. Peserta setuju dan sudah membuat pernyataan.
Tapi, apa yang terjadi?
Tetap saja ada yang seenaknya keluar grup.
Ketika dikonfirmasi, dengan santainya mereka beralasan:
"Saya sibuk.."
"Saya tidak bisa kalau online..".
Dll.
Dengan ringannya mereka melanggar kesepakatan.
Pernah juga, ada yang malah marah2 ketika dikonfirmasi. Kata2 kasar keluar darinya.
Saya cuma bisa merespon dengan doa:
"Baarakallaahu fiekum".
Setelah itu, nomernya saya blokir 😁
🌻🌻🌻
Jadi..
Yaah..
Begitulah!
Banyak hal memang yang membuat seorang ustadz harus ekstra sabar. Jangan mudah ngambekan.
Meskipun saya yakin, sabar itu tidak mudah. Apalagi bagi seorang ustadz yang benar2 serius dalam mengajar. Sebelum mengajar, dia lakukan persiapan dulu semalaman. Dan dia mengajar secara gratis. Tidak berharap bayaran.
Semoga para ustadz kita diberi kesehatan, kelapangan rezeki, keberkahan ilmu dan usia, dan juga diberi kesabaran dalam mengajarkan ilmunya kepada kaum Muslimin.
Amin.
✍️ Bogor, Malam Sabtu 12 Muharram 1448H/26 Juni 2026
@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar