Senin, 04 Mei 2026

CATATAN DZULQA'DAH 16: KALAU DIBERI, AMBIL!

 


✍️ CATATAN DZULQA'DAH (16)


KALAU DIBERI, AMBIL❗



Kalau kita diberi sesuatu, jika memang itu halal, maka ambil saja! 


Jangan ditolak!


Sebab, dengan menerima pemberiannya, insya Allah, pahala besar akan kita dapatkan.


Kok bisa?


Iya, paling tidak ada tiga hal yang akan membuat kita memperolah pahala besar.


1️⃣ Kita telah membuat hati si pemberi merasa senang. Dan ini pahalanya besar. Sebab,  termasuk amalan yang paling dicintai Allah adalah membuat orang lain gembira.


2️⃣ Kita menjadi wasilah si pemberi untuk dapat pahala sedekah. Maka, tentu saja kita akan dapat pahala juga.


3️⃣ Kita bisa sedekahkan lagi pemberiannya, jika memang kita tidak membutuhkannya. Kita  bisa sedekahkan lagi ke orang lain.


Dll.


🌻🌻🌻


Misalnya, kita dikasih hadiah buku. Maka, ambil saja!


Meskipun mungkin kita tidak hobi baca atau buku di rumah numpuk belum kebaca.


Tidak masalah. Ambil saja! 


Kalau kita tidak mau baca, maka kita bisa hadiahkan ke orang lain. Insya Allah, nanti kita akan dapat pahala mengalir.


Jadi, selagi buku itu adalah buku yang bermanfaat, maka ambil saja!


🌻🌻🌻


Misalnya lagi, kita dikasih baju. Maka, ambil saja!


Meskipun baju kita di rumah seabrek2.


Kalau kita tidak butuh, bisa jadi saudara kita ada yang butuh. Kalau kita tidak suka modelnya, bisa jadi teman kita ada yang suka.


Jadi, kalau dikasih sesuatu oleh orang, ambil saja!


Kita bisa manfaatkan pemberian itu. Atau kalau tidak, kita bisa sedekahkan.


🌻🌻🌻


Misalnya lagi, teman kita tiba2 memberi kita makanan. Maka, terima saja dengan senang hati. Itu rezeki. Jangan ditolak. 


Kita doakan kebaikan untuknya.


Kalau kita tidak suka, kita bisa kasihkan ke orang lain.


Kemudian, kalau kita ada rezeki, kita balas pemberiannya itu.


Insya Allah, dengan begitu, akan timbul rasa saling mencintai.


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


تهادوا تحابّوا


"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai!" (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad)


🌻🌻🌻



❗AMBILAH❗


Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu berkata:


كانَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ يُعطيني العطاءَ فأقولُ: أعطِهِ أفقرَ إليهِ منِّي، حتَّى أعطاني مرَّةً مالًا، فقلتُ لَهُ: أعطِهِ، أفقرَ إليهِ منِّي، فقالَ: خذهُ، فتموَّلهُ، وتصدَّق بِهِ، وما جاءَكَ من هذا المالِ وأنتَ غيرُ مشرفٍ، ولا سائلٍ، فخُذهُ، وما لا فلا تُتبعهُ نَفسَكَ


"Dahulu Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam memberiku suatu pemberian, lalu aku berkata: "Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan dariku." 


Hingga suatu kali beliau memberiku harta, lalu aku berkata kepada beliau: "Berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan dariku." 


Maka beliau bersabda: "Ambillah! Milikilah harta itu, dan bersedekahlah dengannya. Harta apa saja yang datang kepadamu tanpa kamu mengharap-harapkannya dan tanpa kamu memintanya, maka ambillah. Adapun yang tidak datang dengan cara itu, maka jangan kamu ikuti dengan nafsumu." (HR. An-Nasai)


✍️Inti pesannya: Kita boleh menerima rezeki/hadiah yang datang tanpa kita minta dan tanpa kita bernafsu untuk mendapatkannya. Kalau mau, harta itu bisa kita manfaatkan. Kalau tidak, maka bisa kita sedekahkan.


Jadi..


Kalau ada rezeki halal yang datang sendiri, maka kita bisa: ambil, syukuri, kelola dan sedekahkan.


Tapi, jangan sampai kita meminta2 kepada manusia untuk mendapatkan rezeki, atau kita mengejarnya dengan rakus.


Demikian.


Wallahu a'lam.



✍️ Bogor, Selasa pagi 18 Dzulqa'dah 1447H/5 Mei 2026

@MuhammadMujianto


Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar