Laman

Selasa, 19 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 46): JANGAN MENYERAH! (SELESAI)

 


BAB 46

JANGAN PERNAH MENYERAH!


Banyak hal sebenarnya yang belum saya ceritakan terkait interaksi saya dengan bahasa Arab. Namun saya rasa, apa yang saya sampaikan ini sudah cukup. Takutnya malah nanti jadi kepanjangan kalau diceritakan semuanya.


Sebelum saya tutup, saya ingin sampaikan bahwa cara terbaik untuk bisa bahasa Arab adalah dengan belajar di pondok pesantren. Minimal setahun kita fokus belajar bahasa Arab di sana. Ini cara yang paling efektif menurut saya. Lebih bagus lagi kalau kita bisa belajar langsung di negara Arab.


Kalau tidak bisa,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 45): BELAJAR SAMPAI MATI

 


BAB 45

BELAJAR SAMPAI MATI



Tiada kata “berhenti” untuk belajar. Meskipun kita sudah tidak sekolah lagi, kita tetap harus terus belajar. Terutama belajar ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pada suatu hari, ada orang yang melihat Imam Ahmad rahimahullah sedang berjalan sambil membawa wadah tinta. Dia pun heran dan menanyakan alasannya.

Imam Ahmad rahimahullah menjawab:

AKU & BAHASA ARAB (BAB 44): MENULIS 100 BUKU

 


BAB 44

MENULIS 100 BUKU



Sebelum fokus menulis buku-buku pelajaran bahasa Arab, saya pernah juga menulis beberapa buku. Tema buku seputar motivasi agama dan motivasi umum. Sebagian buku sudah pernah diterbitkan oleh beberapa penerbit.

Waktu itu, saya sempat punya keinginan untuk menulis minimal 50 buku selama hidup di dunia ini. Harapan saya, semoga buku-buku itu nanti bisa menjadi amal jariyah bagi saya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

AKU & BAHASA ARAB (BAB 43): KABARNAS 3 (6)

 


BAB 43

KABARNAS 3 (6)



Ilmu itu berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tanpa pertolongan dari-Nya, kita tidak akan pernah mendapatkan ilmu. Sehebat apapun usaha yang kita lakukan.

Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar dimudahkan dalam belajar. Tentunya sambil kita terus berusaha mencari ilmu dengan cara-cara dan strategi yang tepat.


*****


Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 42): KABARNAS 3 (5)

 


BAB 42

KABARNAS 3 (5)



Setahu saya dulu, keterampilan bahasa yang fokus diajarkan di pondok-pondok pesantren adalah keterampilan membaca. Percakapan tidak terlalu ditekankan. Makanya tidak heran kalau banyak lulusan pesantren tidak lancar ngomong Arab. Padahal baca kitabnya jago.

Kasusnya mirip dengan bahasa Inggris di sekolah-sekolah. Bertahun-tahun siswa belajar bahasa Inggris, dari SMP hingga SMA. Bahkan di kampus pun belajar. Namun, sedikit yang bisa lancar ngomong Inggris. Kebanyakannya tidak bisa.

Kenapa ini bisa terjadi?

Senin, 18 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 41): KABARNAS 3 (4)

 


BAB 41

KABARNAS 3 (4)



Peserta KABARNAS 3 berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang dari Malaysia. Usianya pun beragam. Ada yang masih 20-an tahun, dan ada yang sudah 70 tahun lebih.

Saya sudah agak lupa, berapa jumlah total peserta. Kalau tidak salah, sekitar 13 atau 14 orang. Semuanya laki-laki. Namun, di akhir pelatihan, tersisa 11 orang.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang profesi. Ada pelajar, pebisnis, ustadz, dan dosen. Sebagian belum menikah, dan sebagiannya lagi sudah. Ada dua orang peserta yang memiliki tiga orang istri.

Kebanyakan peserta sudah pernah belajar bahasa Arab, meskipun baru tingkat dasar. Namun, ada juga yang dari nol, sama sekali belum pernah belajar bahasa Arab.

*****

KABARNAS 3 terdiri dari

AKU & BAHASA ARAB (BAB 40): KABARNAS 3 (3)

 


BAB 40

KABARNAS 3 (3)



Sebelum memutuskan untuk ikut KABARNAS, saya ngobrol dulu dengan istri. Saya bilang ke dia kalau saya ingin ikut training bahasa Arab selama dua bulan. Alhamdulillah, istri saya mendukung. Bahkan, dia menawarkan uang tabungannya untuk digunakan jika diperlukan.

Info KABARNAS sudah saya dapat sejak beberapa bulan sebelum waktu pelaksanaan. Kalau tidak salah, sekitar dua bulanan. Sehingga masih cukup waktu bagi saya untuk mencari uang untuk bekal ikut pelatihan.


Sebenarnya, kalau mau dipaksakan, uang untuk ikut pelatihan ada. Cuma waktu itu, saya juga harus pikirkan yang lain. Saya harus persiapkan uang untuk perpanjang kontrak rumah dan kantor. Saya juga harus persiapkan gaji karyawan. Kemudian, saya juga harus siapkan uang belanja istri selama saya tinggalkan.

Akhirnya,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 39): KABARNAS 3 (2)

 


BAB 39

KABARNAS 3 (2)



Dulu, setelah mengikuti dauroh bahasa Arab di Gresik Jawa Timur, saya kepikiran begini. Kenapa tidak diadakan dauroh bahasa Arab selama sebulanan, tapi khusus belajar percakapan. Saya yakin akan sangat efektif.

Sebab nantinya akan terbentuk lingkungan yang mendukung. Tapi dengan syarat, pesertanya harus sudah punya dasar bahasa Arab. Supaya nanti ketika dauroh tinggal praktik. Tidak lagi susah-susah memahami kaidah atau menghafal banyak kosakata baru.


Ternyata

AKU & BAHASA ARAB (BAB 38): KABARNAS 3 (1)

 


BAB 38

KABARNAS 3 (1)



Dari empat kemahiran bahasa, menurut saya, kemahiran bicara yang paling berat dipelajari secara otodidak. Jangankan kita yang belajarnya sendiri di rumah, yang lulusan pondok pesantren saja belum tentu lancar ngomong Arabnya.

Untuk bisa lancar ngomong bahasa Arab, cara paling efektif adalah tinggal di lingkungan yang berbahasa Arab. Misalnya, tinggal di negara Arab. Atau paling tidak, setiap hari ada teman yang bisa kita ajak ngomong bahasa Arab.

Intinya, belajar percakapan harus punya teman. Belajarnya harus bersama orang lain. Tidak bisa sendirian. Kecuali kalau kita cuma ingin ngelancarin lidah ngomong Arab. Baru bisa sendirian. Ngomong saja sendiri di depan cermin setiap hari!


*****


Dari awal belajar bahasa Arab,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 37): FAHIMNA PUBLISHING

 


BAB 37

FAHIMNA PUBLISHING



Sebelum mendirikan FAHIMNA PUBLISHING, saya pernah dua kali membuat penerbitan buku. Yang pertama bernama PUSTAKA LAKA, dan yang kedua bernama KAMPUS DALAM PRESS.

PUSTAKALA LAKA berdiri sekitar tahun 2005. Fokusnya di penerbitan buku-buku terjemahan (Arab-Indonesia). Sedangkan KAMPUS DALAM PRESS berdiri sekitar tahun 2010. Fokusnya di penerbitan buku-buku motivasi umum. Namun, kedua penerbitan ini tidak bertahan lama.

Saat SERIAL KITAB FAHIMNA lahir, saya masih menggunakan nama penerbit PUSTAKA LAKA. Sebab, menurut saya, nama ini cukup bagus. "LAKA" artinya "UNTUKMU". Kalau bahasa Inggrisnya "FOR YOU".

KITAB FAHIMNA awalnya dijual di blog bernama PUSTAKA LAKA (https://pustakalaka.wordpress.com/). Tapi kemudian, saya buat beberapa blog lagi untuk tempat menjual KITAB FAHIMNA sekaligus untuk tempat sharing hal-hal yang berkaitan dengan bahasa Arab. Diantaranya blog bernama KITAB FAHIMNA (https://kitabfahimna.blogspot.com/)

*****

Setelah KITAB FAHIMNA lahir,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 36): BISNIS ONLINE (3)

 


BAB 36

BISNIS ONLINE (3)



SERIAL KITAB FAHIMNA agak beda dengan buku-buku pada umumnya. Kalau buku-buku yang umum dijual adalah hasil cetakan menggunakan mesin cetak di percetakan besar. Sehingga hasilnya bisa lebih bagus.

Adapun SERIAL KITAB FAHIMNA adalah hasil cetakan menggunakan mesin fotokopi. Hasilnya tentu tidak sebagus buku-buku pada umumnya. Dan saya akui, ini adalah kekurangan dari KITAB FAHIMNA.

Kenapa SERIAL KITAB FAHIMNA dicetak menggunakan mesin fotokopian?

AKU & BAHASA ARAB (BAB 35): BISNIS ONLINE (2)

 


BAB 35

BISNIS ONLINE (2)



Alhamdulillah, SERIAL KITAB FAHIMNA mendapat sambutan yang bagus dari pembelinya. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari luar negeri. Pernah saya mengirim paket SERIAL KITAB FAHIMNA ke Malaysia dan Jepang.

Ada yang membelinya lebih dari sekali. Ada juga yang sekali beli, langsung sekitar tujuh paket lengkap. Waktu itu, harga SERIAL PAKET FAHIMNA (10 JILID) Rp. 300.000, bebas ongkir ke seluruh Indonesia.

Nah, mungkin ini juga yang menyebabkan orang tertarik untuk membeli SERIAL KITAB FAHIMNA. Bebas ongkir!

Kemudian,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 34): BISNIS ONLINE (1)

 


BAB 34

BISNIS ONLINE (1)



Lewat cerita ini, saya sekaligus ingin memberi tips cara bisnis online. Semua berdasarkan pengalaman pribadi. Silakan disimak baik-baik. Semoga bermanfaat.

Begini...

Saya mulai serius menekuni bisnis online sekitar tahun 2013. Waktu itu, baru lahir SERIAL KITAB FAHIMNA. Produk yang saya jual, ya SERIAL KITAB FAHIMNA ini.

Sebelumnya, perlu saya sampaikan bahwa SERIAL KITAB FAHIMNA saya susun dengan penuh keseriusan. Tidak asal-asalan. Sebagaimana pernah saya sampaikan, saya ingin kitab ini bisa dengan mudah dipahami oleh orang yang ingin belajar bahasa Arab secara mandiri, tanpa bimbingan guru secara langsung.

KITAB FAHIMNA saya tulis berdasarkan pengalaman saya belajar dan mengajar bahasa Arab selama sekian tahun lamanya. Apa yang saya ketahui terkait kaidah Nahwu Shorof tingkat dasar, saya tuangkan di situ. Saya berusaha susun semudah dan sesistematis mungkin. Pembahasannya saya pilih yang sekiranya mudah dipahami oleh pelajar pemula.

Sebelum KITAB FAHIMNA dijual,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 33): PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE METODE FAHIMNA (3)

 


BAB 33

PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE

METODE FAHIMNA (3)



Peserta PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE METODE FAHIMNA berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

Usia mereka bervariasi. Ada yang baru berusia 20-an tahun, dan ada juga yang sudah lebih dari 70 tahun. Profesi mereka juga beda-beda.

Setiap angkatan, rata-rata yang ikut pelatihan sekitar 80-an orang. Tidak terlalu banyak. Sampai sekarang, masih sekitar segitu yang daftar.


Sekarang,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 32): PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE METODE FAHIMNA (2)

 


BAB 32

PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE

METODE FAHIMNA (2)



Target utama yang ingin dicapai PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE METODE FAHIMNA adalah menguasai kemahiran membaca (Maharotul Qiro'ah/Reading Skill). Kenapa?

Ada beberapa alasan, diantaranya: Pertama, kemahiran membaca adalah modal untuk memperbagus ibadah yang kita lakukan sehari-hari, seperti shalat, do’a, zikir, dan tilawah al-Qur’an. Insya Allah, dengan menguasai kemahiran membaca, pahala yang nanti kita dapat akan sangat besar jika kita terapkan dalam ibadah keseharian.

Kedua, dibanding tiga kemahiran yang lain, kemahiran membaca paling mudah dipelajari secara mandiri. Sarana belajarnya juga banyak.

Ketiga, kemahiran membaca ini adalah bekal untuk mempelajari tiga kemahiran yang lain. Kalau kita sudah menguasai kemahiran membaca, insya Allah, akan lebih mudah bagi kita untuk mempelajari kemahiran menulis, mendengar, dan berbicara.

Nah, oleh karena itulah,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 31): PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE METODE FAHIMNA (1)

 


BAB 31

PELATIHAN BAHASA ARAB ONLINE

METODE FAHIMNA (1)



Seingat saya, awal kali mengadakan pelatihan bahasa Arab online itu sekitar tahun 2011. Panduannya saya ambil dari lembaran-lembaran modul FAHIMNA yang di kemudian hari menjadi SERIAL KITAB FAHIMNA.

Ada enam modul waktu itu. Setiap modul satu level. Jadi, totalnya ada enam level. Targetnya bisa memahami kaidah Nahwu Shorof dasar sebagai bekal melanjutkan belajar ke tingkatan yang lebih tinggi secara mandiri.

Bagaimana teknis belajarnya?

AKU & BAHASA ARAB (BAB 30): SERIAL KITAB FAHIMNA (3)

 


BAB 30

SERIAL KITAB FAHIMNA (3)



Saya ingin, KITAB FAHIMNA menjadi seperti guru bagi pembacanya. Jadi, kalau ada yang belajar menggunakan KITAB FAHIMNA, seakan-akan dia sedang belajar bersama guru. Materinya jelas dan mudah dipahami.

Setelah terbit enam buku, saya kepikiran untuk menyusun kumpulan kunci jawaban dari semua latihan yang ada di 6 KITAB FAHIMNA. Supaya kitab ini benar-benar bisa dipelajari secara mandiri.

Kemudian, diantara tujuan ditulisnya KITAB FAHIMNA juga adalah agar kitab ini bisa menjadi jembatan bagi pelajar yang ingin mempelajari kitab-kitab kaidah Nahwu Shorof yang berbahasa Arab, baik tingkat pemula atau tingkat lanjutan. Kalau ke-6 KITAB FAHIMNA bisa dipahami, insya Allah, pembaca bisa melanjutkan belajar sendiri menggunakan kitab Nahwu Shorof untuk pemula, semisal kitab Al-Ajurrumiyyah atau kitab Al-Muyassar.

Muncul ide kemudian untuk menambah penjelasan yang biasanya terdapat di kitab Nahwu Shorof tingkat lanjutan, semisal kitab Mulakhosh. Supaya pelajar punya sedikit gambaran tentang materi Nahwu Shorof yang ada di tingkat lanjutan.

Setelah bekerja keras siang-malam, maka

AKU & BAHASA ARAB (BAB 29): SERIAL KITAB FAHIMNA (2)

 


BAB 29

SERIAL KITAB FAHIMNA (2)



Setelah jadi enam modul FAHIMNA, saya coba ajarkan ke beberapa kawan mahasiswa IPB. Saya buat majelis pembelajarannya di sebuah musholla sekitar kampus IPB Dramaga.

Pernah juga saya buat daurohnya. Selama beberapa hari saya kaji modul FAHIMNA.

Selain saya ajarkan langsung, modul FAHIMNA saya buat pelatihan onlinenya. Modul saya jual online. Bagi yang membeli, boleh konsultasi via SMS atau telpon.


*****

Kemudian, muncul ide untuk mengubah modul FAHIMNA menjadi buku. Lahirlah kemudian dua buku ukuran A4. Buku pertama membahas ilmu Nahwu Dasar, dan buku kedua membahas ilmu Shorof Dasar.

Setelah itu,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 28): SERIAL KITAB FAHIMNA (1)

 


BAB 28

SERIAL KITAB FAHIMNA (1)



Alhamdulillah, sekitar tahun 2013, saya berhasil menulis buku kaidah Nahwu Shorof untuk tingkatan pemula. Ada 10 JILID. Semuanya saya beri judul utama “FAHIMNA”.

Judul-judul lengkapnya sebagai berikut:

  1. FAHIMNA NAHWU SHOROF PEMULA

  2. FAHIMNA SHOROF DASAR

  3. FAHIMNA NAHWU DASAR

  4. FAHIMNA SHOROF LANJUTAN

  5. FAHIMNA NAHWU LANJUTAN

  6. FAHIMNA NAHWU SHOROF PEMANTAPAN

  7. FAHIMNA INTISARI NAHWU + LATIHAN BACA KITAB

  8. KUNCI JAWABAN A

  9. KUNCI JAWABAN B

  10. KUNCI JAWABAN C

Buku-buku ini kemudian saya jual dalam bentuk fotokopian. Alhamdulillah, KITAB FAHIMNA banyak mendapat respon positif. Testimoni buku bisa dibaca di link berikut: http://kitabfahimna.blogspot.com/p/testimoni.html?m=1

Pembacanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan

AKU & BAHASA ARAB (BAB 27): DAUROH BAHASA ARAB (2)

 


BAB 27

DAUROH BAHASA ARAB (2)



Sudah saya ceritakan sebelumnya bahwa pada tahun 2003, saya pernah mengikuti dauroh bahasa Arab selama sekitar sebulan di daerah Gresik Jawa Timur. Pada tahun 2008, saya ikut lagi. Jadi, dua kali saya ikut dauroh di sana.

Apa yang membuat saya tertarik untuk ikut dauroh lagi?

Ceritanya begini...

AKU & BAHASA ARAB (BAB 26): MENGAJAR

 


BAB 26

MENGAJAR



Ilmu akan semakin melekat kuat kalau dimuroja'ah. Sebaliknya, ilmu akan mudah terlupakan jika tidak diulang-ulang.

Saya pernah mengalami keadaan, beberapa kaidah Nahwu Shorof lenyap dari ingatan. Padahal saya pernah mempelajarinya. Penyebabnya karena saya sudah tak pernah lagi buka-buka buku pelajaran bahasa Arab. Kesibukan dunia telah membuat saya harus menyimpan buku-buku bahasa Arab saya, dan tidak membacanya lagi.

*****

Banyak cara tentunya yang bisa kita lakukan untuk muroja’ah. Misalnya, dengan membaca kembali buku-buku yang sudah pernah kita pelajari. Atau, dengan membaca materi yang sama dari banyak buku.

Namun, dari beberapa cara muroja'ah yang pernah saya lakukan, yang paling bagus menurut saya adalah muroja'ah dengan cara MENGAJAR. Kenapa demikian?

AKU & BAHASA ARAB (BAB 25): EDITOR BAHASA

 


BAB 25

EDITOR BAHASA



Kemampuan bahasa Arab yang saya miliki pernah mengantarkan saya bekerja sebagai editor bahasa di sebuah penerbitan buku Islam.

Ceritanya waktu itu, sekitar bulan November 2006, saya ditelpon kawan. Dia menawarkan saya untuk bekerja di perusahaan miliknya. Dia punya penerbitan buku kecil-kecilan. Setelah saya pertimbangkan, akhirnya saya terima tawarannya itu.

Posisi saya waktu itu adalah sebagai editor bahasa dari naskah terjemahan sebelum naik cetak. Setiap hari, saya berinteraksi dengan naskah-naskah terjemahan. Di hadapan saya ada naskah terjemahan dan kitab asli berbahasa Arab yang terjemahannya akan saya koreksi.

Dalam mengoreksi, saya baca dulu kitab asli yang berbahasa Arab. Biasanya saya baca perkalimat. Kemudian saya cek naskah terjemahannya. Jika ada terjemahan yang keliru, maka saya betulkan. Jika bahasanya sulit dipahami, maka saya perbaiki dan sederhanakan. Dan jika ada isi kitab yang belum diterjemahkan (terlewat), maka sayalah yang kemudian menerjemahkannya.

Saya menikmati pekerjaan ini. Sebab saya memang senang dengan bahasa Arab dan saya pun hobi menulis. Jadi pekerjaan ini cocok dengan saya. Walaupun terkadang ada rasa kesal juga. Kenapa?

Begini...

AKU & BAHASA ARAB (BAB 24): PUSTAKA LAKA

 


BAB 24

PUSTAKA LAKA



Sepulang dari dauroh bahasa Arab di Gresik, saya mulai rajin menerjemahkan kitab-kitab ringkas berbahasa Arab. Sebagiannya saya tawarkan ke beberapa penerbit. Dari beberapa naskah yang saya kirim, hanya satu yang diterima dan diterbitkan.

Seingat saya, hanya satu penerbit yang mengembalikan naskah saya. Naskah yang lain tidak ada kabar sama sekali. Lewat sepucuk surat, penerbit memberitahukan bahwa mereka sudah punya tim penerjemah sendiri. Jadi mereka tidak menerima naskah dari pihak luar.

*****

Sekitar tahun 2005, saya dapat kabar bahwa membuat penerbitan buku itu mudah. Yang penting kita punya naskah, bisa layout sederhana, bisa buat desain cover, dan yang paling penting, punya uang untuk mencetak buku.

Saya pun kemudian tertarik untuk membuat penerbitan buku. Waktu itu,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 23): KRITIKUS BUKU TERJEMAH

 


BAB 23

KRITIKUS BUKU TERJEMAH


Sekitar tahun 2000-an, mulai banyak bermunculan penerbit buku-buku Islam di Indonesia. Buku yang diterbitkan kebanyakannya adalah buku terjemahan, dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Saya dulu termasuk orang yang hobi membeli buku-buku bacaan Islami.


Waktu itu saya perhatikan, ada beberapa buku terjemah yang tidak terlalu ketat dalam proses penerbitannya. Kadang dari penerjemah langsung diedit bahasa, lalu dilayout jadi buku. Setelah itu naskah naik cetak. Naskah terjemahan tidak diperiksa dulu oleh editor ahli. Sehingga tak jarang didapati kesalahan di dalam buku-buku terjemahan ketika itu.


Sepulang dari dauroh bahasa Arab di Gresik, saya semakin peka dengan hal-hal yang bertuliskan bahasa Arab. Terutama yang saya lihat di buku-buku terjemahan.


Pernah saya dapati,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 22): PENERJEMAH

 


BAB 22

PENERJEMAH



Banyak orang bilang begini: "Belajar teori Nahwu-Shorof mah gampang... Sebentar juga paham. Yang susah itu prakteknya... Apalagi kalau sudah dihadapkan dengan kalimat panjang..!".

Ya, memang demikianlah kenyataannya. Kadang ada orang yang sudah selesai belajar kaidah Nahwu Shorof dasar. Kalau dijelasin guru, ngerti. Tapi, ketika diminta baca kitab gundul masih sangat kesulitan.

Apa sebabnya?

Jumat, 15 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 21): DAUROH BAHASA ARAB (1)

 


BAB 21

DAUROH BAHASA ARAB (1)



Menurut saya, diantara cara belajar terbaik adalah belajar yang berkelanjutan meskipun sedikit. Tidak masalah, misalnya, sehari kita cuma belajar satu jam. Yang penting belajarnya kontinyu, terus berkelanjutan.

Kalau kita bisa istiqomah dengan cara ini, insya Allah, beberapa bulan kedepan, kita akan merasakan perubahan yang luar biasa. Tapi dengan catatan, belajarnya fokus, tidak melakukan kegiatan sambilan yang bisa mengganggu konsentrasi.

Namun, sambil melakukan kegiatan belajar seperti ini, adakalanya kita perlu juga belajar intensif. Maksudnya, kita belajar dalam waktu yang lebih lama dari biasanya. Misalnya, dalam sehari kita belajar sekitar lima jam. Bahkan kalau bisa lebih dari itu.

Teknisnya begini. Misalnya,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 20): BAHASA ARAB PASIF

 


BAB 20

BAHASA ARAB PASIF



Dari empat kemahiran bahasa, menurut saya, kemahiran berbicara yang paling berat untuk dipelajari secara otodidak. Kenapa sulit dipelajari?

Pertama, butuh teman untuk diajak belajar bersama. Kedua, harus ada lingkungan yang memaksa kita untuk mau ngomong bahasa Arab sesering mungkin.

Nah, dua hal ini berat untuk diwujudkan bagi orang yang belajar bahasa Arabnya di luar pondok pesantren. Jangankan yang belajar otodidak, santri yang hidup di lingkungan pesantren saja, belum tentu bisa lancar ngomong bahasa Arab. Butuh kemauan kuat juga untuk bisa lancar berbahasa Arab.

Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan santri di sebuah pondok pesantren. Katanya,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 19): KEMAHIRAN MENDENGAR

 


BAB 19

KEMAHIRAN MENDENGAR



Kalau kita ingin sempurna menguasai sebuah bahasa, ada empat kemahiran bahasa yang harus kita kuasai: kemahiran mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.

Dari empat kemahiran ini, yang paling mudah dipelajari secara otodidak ada dua: kemahiran membaca dan kemahiran mendengar. Sisanya, masih mungkin, cuma agak sulit kalau menurut saya.

Untuk kemahiran membaca, saya sudah coba mempelajarinya secara mandiri. Hasilnya cukup lumayan. Yang penting kita tahu cara belajarnya yang efektif.

Padahal sarana belajar yang ada waktu itu cuma buku. Beda jauh dengan sekarang. Sarana belajar banyak bertebaran. Bentuknya pun bervariasi. Ada buku, audio, video, dll. Jadi, sangat mungkin sekarang ini kita belajar kemahiran membaca bahasa Arab secara mandiri. Yang penting, sekali lagi, kita tahu cara belajarnya yang efektif.

Bagaimana dengan kemahiran mendengar?

AKU & BAHASA ARAB (BAB 18): SALAH BACA

 


BAB 18

SALAH BACA



Sebagaimana ilmu pada umumnya, bahasa Arab memiliki level-level. Secara umum ada tiga level: pemula, menengah, dan mahir. Setiap level ada kitab-kitab khusus yang bisa dipelajari.

Misalnya, untuk level pemula, kita bisa pelajari kitab Al-Ajurrumiyyah atau Al-Muyassar fi Ilmin Nahwi. Untuk level menengah, kita bisa pelajari kitab Qothrun Nada atau Mulakhosh. Untuk tingkatan mahir kita bisa pelajari kitab Alfiyyah atau Jami'ud Durus.

Waktu itu, saya tidak terlalu memperhatikan hal ini. Pokoknya, belajar saja. Ada buku panduan, itulah yang saya baca dan pelajari. Saya tidak pernah bertanya-tanya terkait buku panduan belajar yang bagus dan cocok untuk dipelajari.

Awal belajar, semua buku yang saya pelajari adalah buku-buku tingkatan pemula. Kebanyakan bukunya tipis-tipis, tidak terlalu tebal. Hampir semua berbahasa Indonesia, agar bisa dipelajari secara mandiri.

Hingga suatu ketika,

Kamis, 14 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 17): KEBIASAAN SANTRI

 


BAB 17

KEBIASAAN SANTRI



Ada satu kebiasaan santri yang layak kita tiru jika ingin bisa bahasa Arab. Sebenarnya bukan cuma satu. Tapi, saya ingin sampaikan satu ini saja. Apa itu?

Rajin mengumpulkan buku!

Ya, diantara ciri santri yang berhasil dalam belajar adalah senang atau hobi mengumpulkan buku. Dia tidak mencukupkan diri pada satu-dua buku panduan belajar saja. Selagi mampu, dia akan berusaha mengumpulkan banyak buku atau kitab.


Kebiasaan santri ini dulu pernah saya tiru. Bahkan sampai sekarang masih saya lakukan. Saat muncul kecintaan pada bahasa Arab, saya sangat hobi mengumpulkan hal-hal yang bisa mendukung saya dalam proses belajar bahasa Arab.

Dulu,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 16): INSTITUT AL-MUBARAK

 


BAB 16

INSTITUT AL-MUBARAK



Seorang ustadz pernah berkata di hadapan para jama'ahnya.

"Kalau mau bisa bahasa Arab, ya mondok, setahun dua tahun...".

Ya, saya setuju! Menurut saya, ini adalah cara yang paling efektif dalam belajar bahasa Arab. Insya Allah, kalau kita serius dan sungguh-sungguh belajarnya, lulus dari pondok kita akan bisa bahasa Arab.

Namun, tidak semua orang punya kesempatan dan kemampuan untuk bisa mondok. Apalagi orang yang sudah berkeluarga, atau mahasiswa yang sedang aktif kuliah.


*****

Ketika memasuki tingkat tiga kuliah, saya sempat juga merasakan kuliah di tempat lain. Saya sempat kuliah bahasa Arab di Institut Al-Mubarak. Lokasinya di Jakarta Barat. Institut ini didirikan oleh Al- Ustadz KH. Bukhori Yusuf, Lc., M.A.

Rabu, 13 April 2022

AKU & BAHASA ARAB (BAB 15): BELAJAR TERJEMAH

 


BAB 15

BELAJAR TERJEMAH



Untuk bisa baca kitab gundul, paling tidak ada tiga hal yang harus kita lakukan. Pertama, belajar kaidah Nahwu Shorof. Minimal sampai tingkat menengah.

Kedua, menghafal banyak mufrodat. Dan yang ketiga, banyak latihan baca dan menerjemahkan.


*****

Waktu itu, setelah belajar kaidah Nahwu Shorof tingkat dasar, saya jadi semangat untuk latihan baca dan menerjemahkan kitab gundul. Senang rasanya kala itu kalau bisa mendapatkan kitab gundul dan versi terjemahannya.

Ada beberapa kitab gundul yang saya punya waktu itu plus terjemahannya. Diantaranya

AKU & BAHASA ARAB (BAB 14): KITAB SILSILAH

 


BAB 14

KITAB SILSILAH



Saya hanya setahun kos di Wisma As-Sunnah. Setelah itu, saya pindah kosan. Lokasinya agak jauh dari pangkalan angkot. Nama kosannya Ar-Riyadh.

Wisma Ar-riyadh sama seperti Wisma As-Sunnah. Sebuah rumah kecil. Cuma terdiri dari tiga kamar. Setiap kamar diisi oleh dua orang. Di Wisma inilah saya kemudian berkenalan dengan Kitab Silsilah Ta'lim Al-Lughah Al-'Arabiyyah.


*****


Waktu itu, saya sudah pisah kosan dengan kawan saya yang alumni Gontor. Kosan kami berbeda. Namun,

AKU & BAHASA ARAB (BAB 13): LATIHAN BACA ARAB GUNDUL

 


BAB 13

LATIHAN BACA ARAB GUNDUL



Teori tidak akan bermanfaat banyak jika tidak diiringi praktik. Terkadang, kita paham saat belajar teori. Tapi, saat praktik, kita masih kebingungan.

Seperti mahasiswa pertanian yang diajari teori cara mencangkok tanaman. Saat di kelas, mereka paham penjelasan dosen. Tapi, kalau sudah turun ke lapangan, belum tentu mereka bisa.

Sama halnya dengan bahasa Arab. Banyak yang bisa dengan mudah memahami kaidah Nahwu dan Shorof. Namun, kalau diminta baca kitab, mereka keteteran. Tidak lancar. Masih terbata-bata.

Oleh karena itu, kalau ingin bisa baca kitab gundul, selain kita harus belajar kaidah Nahwu dan Shorof, kita juga harus rajin praktik. Kita harus sering-sering latihan baca dan menerjemahkan kitab gundul.


*****

Setelah saya pelajari beberapa kitab Nahwu dan Shorof dasar, saya coba berlatih membaca tulisan bahasa Arab yang tanpa harokat (arab gundul). Karena tidak ada guru yang bisa mengajarkan, maka saya latihan secara mandiri.

Paling tidak, ada dua cara yang saya lakukan waktu itu.

AKU & BAHASA ARAB (BAB 12): BELAJAR OTODIDAK

 


BAB 12

BELAJAR OTODIDAK



Kalau sekarang, sangat mungkin bagi kita untuk belajar bahasa Arab secara otodidak. Otodidak yang saya maksud adalah belajar tanpa bimbingan guru secara langsung.

Kalau dulu, sarana belajar paling cuma buku. Adapun sekarang, selain buku, kita juga bisa belajar lewat audio dan video. Kita juga bisa belajar lewat artikel yang banyak tersebar di internet.

Kalau ingin bertanya kepada orang yang sudah mahir bahasa Arab, kita bisa gunakan sarana WA, SMS, email, FB, instagram, telegram, dll. Intinya sekarang, sarana belajar sudah sangat dimudahkan. Tinggal dimanfaatkan sebaik mungkin.

Kalau dulu,