Jumat, 06 November 2026

BEKAL TADABUR AL-QUR'AN

 ❗BUKU PENTING❗

Tujuan belajar bahasa Arab adalah untuk bisa memahami al-Qur'an.

Tapi, bagaimana caranya kita menggunakan kaidah bahasa Arab untuk memahami al-Qur'an❓

Naah...

Buku ini menjelaskannya👇






📒 BEKAL TADABUR AL-QUR'AN


✍️ DAFTAR ISI


PENGANTAR PENULIS

DAFTAR ISI

MUKADIMAH


1. Makna Isim & Fi'il 

2. Makna Jumlah Ismiyyah 

3. Khobar Jumlah Fi'liyyah 

4. Fungsi Alif Lam 1 

5. Fungsi Alif Lam 2 

6. Alif Lam Bersama Khobar 

7. Kandungan Makna Isim Nakiroh 

8. Isim Nakiroh Bermakna Umum 

9. Isim Mufrod Bermakna Umum 

10. Fi'il Madhi Untuk Masa Akan Datang 

11. Penggunaan Fi'il Kana 

12. Makna Fi'il Mudhore 

13. Fi'il Mudhore Pada Redaksi Lampu 

14. Makna Perintah 

15. Makna Larangan 

16. Makna Pertanyaan 

17. Dhomir Sya'n 

18. Dhomir Fashl 

19. Dhomir Ta'zhim 

20. Kaidah Ziyadatul Mabna 

21. Takdim Ma Haqquhu Takhir 

22. Athof Khusus Kepada Umum 

23. Faidah Mendahulukan Kata 

24. Faidah Dihapusnya Jawab Syarat 

25. Taukid Dalam Al-Qur'an 

26. Huruf Tambahan 

27. Tujuan Taukid 

28. Faidah Penambahan Taukid 

29. Kondisi Penerima Kabar 

30. Sumpah Dalam Al-Qur'an 

31. Tasybih Dalam Al-Qur'an 

32. Makna Huruf 'Alaa 

33. Makna Huruf Baa 

34. Faidah Dihapusnya Ma'mul 

35. Nida Dalam Al-Qur'an 

36. Shighah Mubalaghah Dalam Al-Qur'an 

37. Uslub Tasywiq 

38. Lafazh 'Asaa & La'alla 

39. Fi'il Mudho'af Dalam Al-Qur'an 

40. Makrifat Bertemu Nakiroh 

41. Fungsi Lafazh Qul 


TADABUR SURAT AL-KAFIRUN

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA


✍️ SPESIFIKASI:

💦 Tebal: 112 halaman

💦 Ukuran: A5 (14.8 cm x 21 cm)

💦 Cover: Soft Cover

💦 Berat: 135 gram

💦 Harga Promo: Rp.25.000


✍️ AGENDA CETAK

💦 Batas akhir pemesanan: 22 November 2026

💦Rencana cetak: 23-29 November 2026

💦Rencana pengiriman: 30 November 2026


👇PEMESANAN👇

https://wa.me/62895322880080

Sabtu, 31 Oktober 2026

SHALAT TEMPAT MELAPANGKAN DADA

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU... (5)



✍️BAB 5: SHALAT TEMPAT MELAPANGKAN DADA


Ada satu ayat dalam al-Qur'an yang menunjukkan betapa Allah Subhanahu wa Ta'ala sangat mengerti perasaan hamba-Nya.


Allah berfirman kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam:


*وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ*


"Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan." (QS. Al-Hijr: 97)


Allah tahu. Allah Maha Tahu dada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam sempit karena sisakiti oleh omongan manusia.


Lalu, apa obatnya?

BERSAMA DOA NABI MUSA

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU... (4)


✍️BAB 4: BERSAMA DOA NABI MUSA


*رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي*


_Robbisyrohli shodri, wa yassirli amri..._


Jika ada satu doa yang sudah kita hafal sejak kecil, tapi jarang kita tadabburi maknanya, maka inilah doanya.


Doa Nabi Musa. Doa yang terabadikan di dalam Al-Qur'an surat Thaha ayat 25-28.


Mari kita lihat konteksnya. Bayangkan,

Nabi Musa 'alaihis salam baru saja mendapat wahyu pertama di Lembah Thuwa. Tiba-tiba Allah memberi perintah yang sangat berat:


*اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ*


"Pergilah kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas." (QS. Thaha: 24)


Fir'aun. Raja paling kejam di muka bumi. Yang mengaku Tuhan. Yang membunuh bayi-bayi. Yang memiliki tentara yang tak terhitung.


Nabi Musa bukan seorang orator. Bahkan beliau sendiri mengakui, lidahnya kelu, tidak fasih berbicara. Beliau punya trauma masa lalu, pernah membunuh seorang Qibthi tanpa sengaja dan menjadi buronan di Mesir.


Secara logika manusia, mustahil! Dada siapa yang tidak sesak disuruh berdakwah kepada Fir'aun sendirian?


Tapi lihat apa yang diminta Nabi Musa pertama kali. Beliau tidak minta tentara. Tidak minta harta. Tidak minta mukjizat dulu.


Yang beliau minta pertama kali adalah:

Kamis, 29 Oktober 2026

KARENA KITA MENDENDAM, BUKAN MEMAAFKAN

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU... (3)


✍️BAB 3: KARENA KITA MENDENDAM, BUKAN MEMAAFKAN


Ada dua jenis beban: Beban di punggung dan beban di dada.

Beban di punggung bisa kita letakkan. Kita bisa istirahat. 


Tapi beban di dada? 


Kita bawa tidur, kita bawa shalat, kita bawa bekerja. Bahkan saat tertawa, beban itu tetap ada.


Itulah dendam. Itulah luka yang tidak kita maafkan.


Allah Subhanahu wa Ta'ala bertanya dengan penuh cinta di dalam al-Qur'an surat Al-Insyirah:


*أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ - وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ - الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ*


"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?" (QS. Al-Insyirah: 1-3)


Lihat urutannya!

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU... (2)


✍️BAB 2: KARENA KITA MENGGANTUNGKAN HATI KEPADA MANUSIA


Ada satu kelelahan yang tidak bisa disembuhkan dengan tidur. Namanya: 


Lelah berharap kepada manusia!


Pernahkah kita merasakan? 


Sudah berbuat baik semaksimal mungkin kepada seseorang, tapi tetap saja dikecewakan. 


Sudah membantu keluarga, tapi tetap disalahkan. 


Sudah bekerja keras untuk perusahaan, tapi tetap tidak dihargai.


Sudah berkorban untuk pasangan, tapi tetap merasa kurang.


Dada menjadi sesak bukan karena kita kurang berbuat baik. Tapi karena kita berharap balasan dari arah yang salah.

Kita berharap kepada manusia yang hatinya saja dipegang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lalu kita pun kecewa saat manusia itu berubah.


🌷BERSAMA AYAT TAWAKAL

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


*وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ*


“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. Ath-Thalaq: 3)


Ayat ini letaknya sangat unik. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman di QS. At-Thalaq. 


Ayat ini turun membahas tentang perceraian. Tentang seorang suami yang menceraikan istrinya. Tentang iddah. Tentang nafkah. Tentang tempat tinggal.


Di saat seorang wanita diceraikan, apa yang paling ia pikirkan?

KARENA KITA MERASA JADI SIAPA-SIAPA

 


🤲 YA ALLAH, LAPANGKANLAH DADAKU.... (1)


✍️BAB 1: KARENA KITA MERASA JADI SIAPA-SIAPA



"Hidup kita akan tenang jika kita menganggap diri kita bukan siapa-siapa di hadapan orang-orang.”


Kalimat ini lahir bukan secara tiba-tiba. Tapi dari hasil perjalanan hidup saya selama ini.


Mungkin kalimat ini terkesan biasa. Tapi terus terang saya merasa, di situlah letak kesempitan dada bagi kebanyakan orang. Termasuk diri saya sendiri.


Coba kita periksa...