✍️ CATATAN DZULHIJJAH (5)
๐ปKETIKA KEBAIKAN TAK SELALU BERBALAS KEBAIKAN
Beberapa waktu lalu, saya melihat video singkat tentang dua orang pemuda yang menolong seekor anak anjing ๐
Terlihat oleh mereka, seekor anak anjing tergeletak di pinggir jalan. Salah seorang dari mereka berinisiatif untuk memindahkannya.
Mungkin mereka mengira anak anjing itu sudah mati. Tapi, ketika diangkat, ternyata anak anjing itu hidup. Dan tidak lama kemudian, secara tiba2...
Induk dari anak anjing itu datang dan mengejar mereka ๐๐ฆบ
Mereka pun lari sekencang2nya ๐๐♂️
[SELESAI CERITA]
๐ป๐ป๐ป
Dari video ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga:
๐Terkadang, kebaikan yang kita lakukan, tidak selalu berbuah kebaikan saat itu juga (ketika di dunia). Tapi kita harus yakin, selama kita ikhlas dalam berbuat baik, di akhirat nanti kita akan mendapatkan buah yang manis.
Makanya, dalam agama Islam, kita disuruh untuk melakukan kebaikan dengan ikhlas. Kita hanya berharap pahala dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak berharap pahala dari manusia atau makhluk lainnya.
Insya Allah, dengan begitu, hati kita menjadi tenang. Kita tidak kecewa dan marah saat kebaikan yang kita lakukan berbalas keburukan.
Dalam al-Qur'an, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ุฅَِّูู َุง ُูุทْุนِู ُُูู ْ َِููุฌِْู ูฑَِّููู َูุง ُูุฑِูุฏُ ู ُِููู ْ ุฌَุฒَุงุٓกً ََููุง ุดُُููุฑًุง
"Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih." (QS. Al-Insan ayat 9)
๐ป๐ป๐ป
Agar lebih jelas, saya beri contoh...
Misalnya kita termasuk pengurus sebuah masjid kampung. Tentunya, tidak semua program yang kita buat mendapat respon positif dari jama'ah masjid. Bisa jadi, ada yang setuju dan ada juga yang tidak setuju. Bahkan mungkin ada juga yang memberikan kritik pedas level 10 ๐
Tapi, kalau kita ikhlas dalam menjalan tugas sebagai pengurus masjid, respon negatif yang datang kepada kita tentu kita anggap biasa saja. Bukan sesuatu hal yang harus dibalas dengan respon negatif pula.
Kalau memang kritikan itu baik dan membangun, maka tidak ada salahnya untuk kita terima. Kita jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk membuat kebijakan ke depannya.
Tapi, kalau kritikan itu menurut kita tidak membangun, maka kita abaikan saja. Sebab, niat kita mengurus masjid adalah untuk mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan mendapat apresiasi dari manusia.
Akan beda tentunya kalau kita mengurus masjid karena ingin mendapatkan keridhoan manusia. Kita akan banyak menuai kekecewaan. Sebab, mustahil kita bisa membuat semua orang senang dengan yang kita lakukan.
Imam Syafi'i rahimahullah pernah berkata memberi nasihat:
ุฑุถุง ุงููุงุณ ุบุงูุฉ ูุง ุชุฏุฑู، ูุนููู ุจู ุง ูุตูุญู ูุงูุฒู ู ูุฅูู ูุง ุณุจูู ุฅูู ุฑุถุงูู
"Mencari ridha semua manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai. Maka fokuslah pada hal yang membuatmu menjadi lebih baik dan peganglah itu, karena tidak ada jalan untuk membuat semua orang ridha.
Maksudnya: Kita tidak mungkin bisa membuat semua orang senang kepada kita. Lebih baik kita fokus untuk terus memperbaiki diri.
Kata Beliau lagi:
َูุนَُْูู ุงูุฑِّุถَุง ุนَْู ُِّูู ุนَْูุจٍ ََِْููููุฉٌ * َََِّูููู ุนََْูู ุงูุณُّุฎْุทِ ุชُุจْุฏِู ุงْูู َุณَุงَِููุง
"Mata yang penuh keridaan akan buta terhadap kekurangan, akan tetapi mata yang penuh kebencian akan menampakkan segala keburukan."
Maksudnya: Kalau orang sudah cinta sama kita, meskipun kita berbuat salah, bisa saja dicari2 alasan untuk membela kita.
Tapi, kalau orang sudah benci, kita berbuat baik bagaimanapun, tetap saja dianggap salah.
๐ป๐ป๐ป
Semoga kita senantiasa diberi keikhlasan dalam beramal kebaikan selama hidup di dunia ini.
Amiin.
✍️ Perumahan Bukit Asri Bogor, Ahad pagi 28 Dzulhijjah 1447H/14 Juni 2026
@MuhammadMujianto
Baca tulisan menarik lainnya di sini:
https://kitabfahimna.blogspot.com/p/latihan-baca-kitab.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar