✍️ CATATAN DZULHIJJAH (4)
๐ค KETIKA HIDUP TERASA SULIT
Dikisahkan, pada suatu hari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mendapati salah seorang Sahabatnya berada di masjid bukan pada waktu shalat. Saat ditanya, ternyata Sahabat ini hatinya sedang gundah dan dia punya masalah hutang.
Kemudian, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mengajarkan sebuah doa untuk menghilangkan gundah gulana dan membebaskan diri dari lilitan hutang.
Doanya dibaca di pagi dan sore hari. Bunyi doanya sebagai berikut:
ุงَُّูููู َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู َِู ุงَْููู ِّ َูุงْูุญَุฒَِู، َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู َِู ุงْูุนَุฌْุฒِ َูุงَْููุณَِู، َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู َِู ุงْูุฌُุจِْู َูุงْูุจُุฎِْู، َูุฃَุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุบََูุจَุฉِ ุงูุฏَِّْูู، ََْูููุฑِ ุงูุฑِّุฌ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.
Setelah mengamalkan doa ini, Sahabat ini pun terbebas dari gundah gulana dalam dirinya dan juga bisa melunasi hutang.
๐ป๐ป๐ป
Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari hadits ini?
Tentunya banyak.
Kalau saya begini...
Ketika Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa Sallam melihat Sahabatnya sedang ada masalah ekonomi, beliau tidak memberinya uang atau pekerjaan. Tapi yang diberikan adalah doa.
Tapi, doa ini justru memberi manfaat kejiwaan terhadap diri Sahabat dalam menghadapi permasalahan hidupnya. Hatinya jadi tenang.
Nah, dengan hati yang tenang inilah, persoalan hidup akan lebih mudah untuk dihadapi.
Coba renungi isi doa dia atas tadi.
๐ป๐ป๐ป
Sekarang..
Coba simak doa berikut ini:
ุฑَุจِّ ูฑุดْุฑَุญْ ِูู ุตَุฏْุฑِู
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku"
ََููุณِّุฑْ ِููٓ ุฃَู ْุฑِู
"Dan mudahkanlah untukku urusanku."
(QS. Thaha: 25 & 26)
Coba perhatikan!
Doa di atas adalah doa Nabi Musa 'alaihis Salam saat menghadapi keadaan yang sulit (tugas berat dari Allah).
Apa yang beliau minta?
Lapang dada dulu!
Baru kemudian: Mudahkanlah urusanku.
Makanya..
Kalau ada Ustadz atau siapapun yang memberi nasihat untuk bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala saat menghadapi keadaan sulit, maka menurut saya sudah tepat.
Supaya apa?
Supaya jiwa masyarakat tenang dulu. Dadanya lapang dulu.
Insya Allah, dengan begitu, masalah akan lebih mudah untuk selesaikan. Ujian akan lebih ringan untuk dijalani.
Dan bukan berarti kalau ada Ustadz memberi nasihat untuk tawakal dia menyuruh orang untuk pasif. Atau dia tidak berempati dengan kesulitan orang.
Tugas Ustadz memang untuk memberi ketenangan hati jama'ah. Agar mereka selalu ingat dengan Allah. Agar mereka semakin dekat dengan Allah.
Kalau menyelesaikan masalah ekonomi, ya itu tugas kita bersama. Hendaknya kita saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Dan hendaknya kita saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Semoga badai cepat berlalu๐คฒ
✍️ Bogor Sabtu Pagi, 20 Dzulhijjah 1447H/6 Juni 2026
@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar