Kamis, 07 Mei 2026

CATATAN SYAWWAL (17)


 ✍️ CATATAN DZULQA'DAH (17)


BERSAMA KITA BISA✊


Ada sebuah kisah menarik yang terdapat dalam hadits riwayat Imam Muslim. Ringkasnya begini..


Suatu hari, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melihat ada satu kaum yang terlihat sangat miskin. Kondisinya sangat memprihatinkan.


Beliau pun kemudian memotivasi para Sahabatnya untuk memberi bantuan. Lalu, satu persatu para Sahabat Nabi memberikan harta yang mereka punya. Ada yang berupa uang, pakaian dan makanan. Ada yang banyak dan ada yang sedikit. Hingga akhirnya, terkumpullah harta yang sangat banyak.


Kemudian, Beliau Sallallahu 'alahi wa Sallam bersabda :


مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ


"Barang siapa yang memberikan suatu contoh perbuatan baik dalam Islam, maka dia mendapatkan pahala perbuatan tersebut dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka." (Diriwayatkan oleh Muslim: 1017).


🌻🌻🌻


Tentunya, bayak pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits ini. Diantaranya tentang KEBERSAMAAN.


Kalau kita mau bersatu, apa yang berat kita lakukan sendiri, akan bisa kita wujudkan bersama. 


Seperti kata orang:


BERSAMA KITA BISA✊


🌻🌻🌻


Misalnya begini...


Misalnya, ada sebuah masjid besar di sebuah kampung yang ingin merenovasi tempat wudhu. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp. 100 JUTA.


Kalau dana ini dibebankan kepada pengurus masjid, tentu akan berat. Tapi, sekarang begini..


Misalnya, semua penduduk kampung kompak untuk memberikan sumbangan. Seberapapun yang mereka mampu.


Misalnya, penduduk kampung itu ada 1000 orang. Dalam sepekan mereka menyumbang ke masjid minimal Rp.25.000. Maka, dalam waktu sebulan sudah terkumpul uang Rp. 100 JUTA.


Rp. 25.000 x 1000 (orang) x 4 (pekan): Rp. 100.000.000


Betul kan ya ngitungnya 🤔😁


Nah, teorinya seperti itu. Mudah untuk diucapkan. Tapi.... 



🌻🌻🌻


Perlu saya sampaikan bahwa menyumbang untuk renovasi tempat wudhu berpotensi untuk menghasilkan pahala besar dan terus mengalir.


Bayangkan❗


Kalau nanti dalam sehari ada 100 orang yang memanfaatkan tempat wudhu, maka minimal kita dapat 100 pahala. Dan itu pahalanya besar. Karena kita sudah jadi wasilah membantu orang untuk bisa mengerjakan shalat.


Itu kalau sehari. Kalau sebulan, berarti 3000 pahala.


Kalau setahun...


Kalau 10 tahun, 20 tahun....


Bahkan, meskipun kita sudah mati, pahala mengalir akan kita dapatkan. Meskipun jasad kita sudah terbaring di liang lahat, tapi aliran pahala akan terus kita dapat. Selama tempat wudhu itu masih dimanfaatkan orang.


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (yang pahalanya mengalir), ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendokannya." (HR. Muslim)


🌻🌻🌻


Naah..


Selagi ada kesempatan.


Yuk, kita perbanyak infak dan sedekah❗


Semoga harta kita berkah🌻


Semoga kita selamat di  dunia dan akhirat🤲


Wallahu a'lam.


✍️ Kamis sore 20 Dzulqa'dah 1447H/7 Mei 2026

@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar