Laman

Minggu, 03 Mei 2026

CATATAN DZULQA'DAH 15: BERAWAL DARI SEGELAS BERAS

 


✍️ CATATAN DZULQA'DAH (15)


📒 BERAWAL DARI SEGELAS BERAS


Untuk mewujudkan kesejahteraan di tengah2 masyarakat, tidak harus kita mulai dari mengumpulkan uang jutaan rupiah terlebih dahulu. Atau bahkan milyaran rupiah. Tidak harus. 


Kita bisa memulainya dari segelas beras. 


Maksudnya? 


Begini... 


Kalau sepekan sekali beras Anda diminta segelas, kira2 Anda keberatan nggak? 


Saya yakin, banyak yang tidak keberatan. 


Naah.. 


Coba misalnya begini.. 


Misalnya, petugas masjid besar di sebuah kampung setiap pekan sekali keliling mengambil segelas beras dari rumah penduduk sekitar masjid. Segelas saja. Tidak banyak. 


Kemudian, beras itu dikumpulkan di masjid. Lalu, dibuat pengumuman:


"SIAPA YANG BUTUH BERAS, SILAKAN DATANG KE MASJID" 


Saya yakin, dengan cara ini, masyarakat sekitar kampung akan hidup sejahtera. Minimal tidak ada yang kelaparan. 


Itu baru beras.


Nanti, sedikit demi sedikit ditambah. Misalnya, jumlah berasnya bisa ditambah. 


Kemudian, yang mau memberi sumbangan uang juga dipersilakan. 


Maka nanti, selain beras, akan terkumpul juga sejumlah uang. Kalau penduduk kampungnya banyak dan tidak pelit, insya Allah, akan banyak juga uang yang terkumpul. 


Nanti, beras dan uang itu bisa digunakan untuk membantu fakir miskin yang memang benar2 tidak punya makanan. Bisa juga untuk membantu biaya berobat bagi orang2 yang tidak punya uang untuk berobat. 


Nah.. 


Begitu. 


Dan ini, bisa juga digunakan di lingkungan komunitas masing2. Tidak hanya di lingkungan masjid. 


Silakan saja. 


Yang penting niatnya itu ikhlas untuk mencari ridho Allah dan sekaligus memberi manfaat kepada sesama. 


Intinya.. 


💦Ada penggeraknya

💦Ada kekompakan

💦Mau untuk memulai


Itu saja. 


🌻🌻🌻


Ada sebuah kisah menarik yang terdapat dalam hadits riwayat Imam Muslim. Ringkasnya begini..


Suatu hari, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melihat ada satu kaum yang terlihat sangat miskin. Kondisinya sangat memprihatinkan.


Beliau pun kemudian memotivasi para Sahabatnya untuk memberi bantuan. Lalu, satu persatu para Sahabat Nabi memberikan harta yang mereka punya. Ada yang berupa uang, pakaian dan makanan. Ada yang banyak dan ada yang sedikit. Hingga akhirnya, terkumpullah harta yang sangat banyak.


Kemudian, Beliau Sallallahu 'alahi wa Sallam bersabda :


مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ


"Barang siapa yang memberikan suatu contoh perbuatan baik dalam Islam, maka dia mendapatkan pahala perbuatan tersebut dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka." (Diriwayatkan oleh Muslim: 1017).


🌻🌻🌻


Jadi... 


Kalau kita mau bersatu, apa yang berat kita lakukan sendiri, akan bisa kita wujudkan bersama. 


Seperti kata orang:


BERSAMA KITA BISA✊


Wallahu a'lam. 



✍️ Malam Senin 16 Dzulhijjah 1446H/3 Mei 2026

@MuhammadMujianto


Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar