Laman

Jumat, 01 Mei 2026

CATATAN DZULQA'DAH 13: MENYAMBUT KEHENDAK ALLAH

 


✍️ CATATAN DZULQA'DAH (13)


📒MENYAMBUT KEHENDAK ALLAH


Manusia punya kehendak. Manusia punya keinginan. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali. 


Tapi, kehendak manusia berada di bawah kehendak Allah.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ


“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At-Takwir: 28-29)


Maksudnya, apapun kehendak dan keinginan manusia, kalau Allah tidak menghendaki, maka tidak akan pernah terjadi. 


Misalnya, ada orang ingin tahun ini berangkat umroh. Uang sudah ada. Kesehatan prima. Tapi, kalau Allah belum menghendaki, maka dia tidak akan berangkat tahun ini. Ada saja hal2 yang menghalanginya.


Ulama berkata:


ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن


"Apa yang Allah kehendaki, maka pasti terjadi. Dan apa yang Allah tidak kehendaki, maka tidak akan terjadi" 


Jadi, dalam hidup ini, tugas kita adalah menyambut kehendak Allah. 


Dan kita harus ingat! 


Tentu, akan ada saja kehendak Allah yang tidak sesuai dengan keinginan kita.


🌻🌻🌻


Agar hidup kita tenang, berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka menyambut kehendak Allah:


🤲 BERDOA YANG TERBAIK

Ketika menginginkan sesuatu, kita minta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita berdoa kepada-Nya.


Seandainya itu baik untuk dunia dan akhirat kita, maka kita minta agar Allah Subhanahu wa Ta'ala memberi kekuatan dan kemudahan dalam meraihnya. 


✊ IKHTIYAR YANG TERBAIK

Dalam mewujudkan keinginan, kita iktiyar yang terbaik. Kita usaha yang terbaik. Tidak asal2an. 


Misalnya, kita mau buka  warung makan kecil2an di kampung. Maka, kita ikhtiyar yang terbaik. Kita sajikan makanan yang terbaik, pelayanan yang terbaik, ruang makan yang terbaik, dll.


Kita bisa juga belajar dari warung makan yang sudah ada. Kita bisa gunakan jurus ATM: Amati Tiru dan Modifikasi.


Selanjutnya..


☕ TAWAKAL

Setelah ikhtiyar yang terbaik, kita tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita serahkan semua kepada-Nya. 


Kalau nanti kita diberi kenikmatan, maka kita bersyukur. Kalau sebaliknya, maka kita bersabar.


🌻BERPRASANGKA BAIK

Kita harus yakin, apapun yang nanti Allah tetapkan untuk kita, maka itulah yang terbaik untuk kita. Jangan kita protes!


Insya Allah, dengan begitu, hidup kita akan jadi tenang. Sebab, kita ridha dengan segala ketetapan Allah. Dan itu adalah kunci kebahagiaan.


Ada seorang shalih yang berkata:


"Aku bahagia ketika doaku dikabulkan. Tapi aku lebih bahagia ketika doaku tidak dikabulkan.


Kenapa?


Sebab, yang pertama itu adalah pilihanku. Sedangkan yang kedua adalah murni pilihan Allah. 


Dan aku yakin, pilihan Allah adalah yang terbaik untukku." 


Demikian.


Wallahu a'lam.


✍️ Bogor, Jum'at sore 13 Dzulqa'dah 1447H/1 Mei 2026

@MuhammadMujianto


Baca tulisan lainnya di http://kitabfahimna.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar