Laman

Senin, 23 Maret 2015

# PEKAN PEMANASAN 2 (MENGENAL NAHWU & SHOROF)


MENGENAL ILMU NAHWU & ILMU SHOROF



<<<>>> MATERI UTAMA<<<>>>

MENGENAL ILMU NAHWU & ILMU SHOROF

Jika kita ingin bisa memahami literatur berbahasa Arab (Al-Qur’an, hadits, kitab ulama, dll.), maka terlebih dahulu kita harus belajar ILMU NAHWU & ILMU SHOROF.

>>> Pengertian ILMU NAHWU

Ilmu NAHWU adalah ilmu yang mempelajari 3 HAL:


1.      Cara menyusun KATA demi KATA menjadi KALIMAT.
2.      Menentukan KEDUDUKAN KATA dalam KALIMAT (Mana yang: Subjek, Predikat, Objek, Keterangan, Dll.)
3.      Menentukan HAROKAT AKHIR sebuah kata saat dimasukkan ke dalam sebuah kalimat.

Perlu Antum ketahui bahwa sebuah KATA, saat sudah dimasukkan ke dalam kalimat, maka harokat akhirnya bisa berubah-ubah sesuai KEDUDUKANNYA dalam kalimat. Misalnya kata “KALBUN (كَلْبٌ): Anjing. Jika berkedudukan sebagai SUBJEK, maka harokat akhirnya DHOMMAH. Namun, ketika berdudukan sebagai OBJEK, maka harokat akhirnya FATHAH.

Perhatikan contoh berikut:

جَاءَ كَلْبٌ

“Telah datang seekor anjing”


ضَرَبْتُ كَلْبًا

“Aku telah memukul seekor anjing”




>>> Pengertian ILMU SHOROF

Ilmu SHOROF adalah ilmu yang mempelajari tentang CARA MENGUBAH sebuah KATA menjadi berbagai macam BENTUK/POLA untuk menghasilkan MAKNA yang bermacam-macam.

Misalnya dari kamus kita mengambil kata KATABA (كَتَبَ): Dia telah menulis.

Nanti dengan berbekal ilmu SHOROF, kita bisa mengubahnya menjadi:

-          KAATIBUN (كَاتِبٌ): Orang yang menulis (Penulis)
-          MAKTUUBUN (مَكْتُوْبٌ): Yang ditulis.
-          MAKTABUN (مَكْتَبٌ): Tempat menulis (Meja).
-          KATABTU (كَتَبْتُ): Aku telah menulis.
-          KATABNAA (كَتَبْنَا): Kami telah menulis.
-          UKTUB! (اُكْتُبْ): Tulislah!
-          Dll.


>>> Hubungan ILMU NAHWU & ILMU SHOROF

Jika KALIMAT diibaratkan dengan sebuah BANGUNAN, maka:

-          Ilmu SHOROF ibarat ilmu tentang cara membuat MATERIAL PENYUSUN BANGUNAN.
-          Ilmu NAHWU ibarat ilmu tentang cara menyusun MATERIAL menjadi sebuah BANGUNAN.

Sehingga kedua ilmu ini hubungannya sangat erat. Keduanya saling membutuhkan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus dipelajari secara beriringan.

Fahimtum (Apakah kalian faham)? (Kalau faham, jawab “FAHIMNA!”)

Ada petanyaan? Silakan tulis di kolom komentar!


<<<>>> MATERI PELENGKAP<<<>>>

Untuk menambah wawasan terkait materi di atas, silakan:
1.      Baca BUKU PANDUAN hal. 3.
3.      Dengarkan rekaman yang ada di: http://www.4shared.com/file/rN_XeifXba/AWAM_PENDAHULUAN_1.html



<<<>>> LATIHAN<<<>>>

Berdasarkan penjelasan di atas, bisakah Antum menjelaskan: Kenapa kita harus belajar ILMU NAHWU & ILMU SHOROF terlebih dahulu jika kita ingin memahami literatur berbahasa Arab? Silakan jawab di kolom komentar!




<<<>>> TUGAS ANTUM<<<>>>

1.      Klik “LIKE” selesai Antum membaca postingan ini.
2.      SHARE sebanyak-banyaknya postingan ini (minimal ke akun Antum masing).
3.      Ceritakan ke teman Antum (atau BICARALAH di depan CERMIN) tentang: Pengertian ILMU NAHWU, pengertian ILMU SHOROF, & hubungan antara ILMU NAHWU & ILMU SHOROF.





Bogor, 1 Jumadats Tsaniyah 1436H/22 Maret 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie
(Penulis Serial Kitab FAHIMNA)


# PEKAN PEMANASAN 1 (MENGENAL NAHWU & SHOROF)


<<<>>> MATERI UTAMA<<<>>>

MENGENAL ILMU NAHWU & ILMU SHOROF

Jika kita ingin bisa memahami literatur berbahasa Arab (Al-Qur’an, hadits, kitab ulama, dll.), maka terlebih dahulu kita harus belajar ILMU NAHWU & ILMU SHOROF.

>>> Pengertian ILMU NAHWU

Ilmu NAHWU adalah ilmu yang mempelajari 3 HAL:

1.      Cara menyusun KATA demi KATA menjadi KALIMAT.
2.      Menentukan KEDUDUKAN KATA dalam KALIMAT (Mana yang: Subjek, Predikat, Objek, Keterangan, Dll.)
3.      Menentukan HAROKAT AKHIR sebuah kata saat dimasukkan ke dalam sebuah kalimat.

Perlu Antum ketahui bahwa sebuah KATA, saat sudah dimasukkan ke dalam kalimat, maka harokat akhirnya bisa berubah-ubah sesuai KEDUDUKANNYA dalam kalimat. Misalnya kata “KALBUN (كَلْبٌ): Anjing. Jika berkedudukan sebagai SUBJEK, maka harokat akhirnya DHOMMAH. Namun, ketika berdudukan sebagai OBJEK, maka harokat akhirnya FATHAH.

Perhatikan contoh berikut:

جَاءَ كَلْبٌ

“Telah datang seekor anjing”


ضَرَبْتُ كَلْبًا

“Aku telah memukul seekor anjing”




>>> Pengertian ILMU SHOROF

Ilmu SHOROF adalah ilmu yang mempelajari tentang CARA MENGUBAH sebuah KATA menjadi berbagai macam BENTUK/POLA untuk menghasilkan MAKNA yang bermacam-macam.

Misalnya dari kamus kita mengambil kata KATABA (كَتَبَ): Dia telah menulis.

Nanti dengan berbekal ilmu SHOROF, kita bisa mengubahnya menjadi:

-          KAATIBUN (كَاتِبٌ): Orang yang menulis (Penulis)
-          MAKTUUBUN (مَكْتُوْبٌ): Yang ditulis.
-          MAKTABUN (مَكْتَبٌ): Tempat menulis (Meja).
-          KATABTU (كَتَبْتُ): Aku telah menulis.
-          KATABNAA (كَتَبْنَا): Kami telah menulis.
-          UKTUB! (اُكْتُبْ): Tulislah!
-          Dll.


>>> Hubungan ILMU NAHWU & ILMU SHOROF

Jika KALIMAT diibaratkan dengan sebuah BANGUNAN, maka:

-          Ilmu SHOROF ibarat ilmu tentang cara membuat MATERIAL PENYUSUN BANGUNAN.
-          Ilmu NAHWU ibarat ilmu tentang cara menyusun MATERIAL menjadi sebuah BANGUNAN.

Sehingga kedua ilmu ini hubungannya sangat erat. Keduanya saling membutuhkan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus dipelajari secara beriringan.

Fahimtum (Apakah kalian faham)? (Kalau faham, jawab “FAHIMNA!”)

Ada petanyaan? Silakan tulis di kolom komentar!


<<<>>> MATERI PELENGKAP<<<>>>

Untuk menambah wawasan terkait materi di atas, silakan:
1.      Baca BUKU PANDUAN hal. 3.
3.      Dengarkan rekaman yang ada di: http://www.4shared.com/file/rN_XeifXba/AWAM_PENDAHULUAN_1.html



<<<>>> LATIHAN<<<>>>

Berdasarkan penjelasan di atas, bisakah Antum menjelaskan: Kenapa kita harus belajar ILMU NAHWU & ILMU SHOROF terlebih dahulu jika kita ingin memahami literatur berbahasa Arab? Silakan jawab di kolom komentar!




<<<>>> TUGAS ANTUM<<<>>>

1.      Klik “LIKE” selesai Antum membaca postingan ini.
2.      SHARE sebanyak-banyaknya postingan ini (minimal ke akun Antum masing).
3.      Ceritakan ke teman Antum (atau BICARALAH di depan CERMIN) tentang: Pengertian ILMU NAHWU, pengertian ILMU SHOROF, & hubungan antara ILMU NAHWU & ILMU SHOROF.





Bogor, 1 Jumadats Tsaniyah 1436H/22 Maret 2015

Muhammad Mujianto al-Batawie
(Penulis Serial Kitab FAHIMNA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar