Laman

Jumat, 30 Januari 2026

MENIKMATI UJIAN HIDUP

 


📒BAB 19: MENIKMATI UJIAN HIDUP


Melengkapi pembahasan sebelumnya tentang beriman kepada takdir, pada bab ini akan saya sampaikan tips dalam menghadapi ujian hidup agar berbuah kebaikan yang banyak.


🌻 KITA PASTI DIUJI

Selagi masih hidup di dunia, kita pasti akan diuji. Tidak mungkin tidak. Sebab, ini sudah sunatullah.


Para Nabi dan Rasul saja, manusia terbaik di muka bumi ini, mereka semua mendapat ujian. Bahkan, ujian mereka jauh lebih berat dari ujian yang kita terima.


Jadi, kita harus siap menerima kenyataan ini. Kita harus siap jika ujian itu tiba-tiba datang.


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155)


Agar ujian yang sedang kita jalani bisa menjadi berkah untuk kita, maka kita bisa melakukan hal-hal berikut:


🌸 HUSNUZHON KEPADA ALLAH

Kita harus baik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita anggap ujian itu sebagai bukti cinta Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ


“Dan sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya”. (HR. At-Tirmidzi: 2396)


Kemudian, kita anggap ujian itu sebagai kesempatan bagi kita untuk meraih pahala besar dan meninggikan derajat. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً


“Tidaklah seorang mukmin terkena duri bahkan yang lebih berat dari itu, melainkan Allah akan mengangkat derajat dengannya. Atau dihapuskan kesalahannya dengan sebab ujian itu.” (HR. Al-Bukhari: 5641 dan Muslim: 2573)


Jadi, saat mendapat ujian, kita harus berfikir positif. Supaya hidup kita jadi lebih tenang. Bisa jadi, itu adalah jalan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala agar kita mudah untuk meraih Surga.


🌹 BERSABAR

Agar kita mendapatkan pahala besar dari ujian yang kita jalani, maka kita harus bersabar. Tidak berkeluh kesah apalagi sampai marah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلاَءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ


“Sesungguhnya besarnya pahala disertai dengan besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha, maka Dia akan ridha; dan siapa yang murka, maka Dia juga akan murka”. (HR. At-Tirmidzi: 2396)


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan“. (QS. An-Nahl [16]:96)


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ


“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas“. (QS. Az-Zumar [39]:10)


Jadi, ketika kita mendapat ujian, untuk meraih pahala besar, kita harus bersabar. Bersedih boleh saja. Menangis pun boleh. Ini adalah hal yang wajar. Bahkan hal ini terjadi juga pada diri Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.


Saat beliau kehilangan putranya yang bernama Ibrahim, beliau bersedih dan menangis. Kedua mata beliau berlinang air mata. Lalu ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu berkata kepada beliau, “Mengapa Anda menangis, wahai Rasulullah?” 


Beliau menjawab:


يَا ابْنَ عَوْفٍ إِنَّهَا رَحْمَةٌ


“Wahai Ibnu ‘Auf, sesungguhnya ini adalah rahmat (tangisan kasih sayang).”


Beliau lalu melanjutkan dengan kalimat yang lain dan bersabda:


إِنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، وَالقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلاَ نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ


“Kedua mata boleh mencucurkan air mata, hati boleh bersedih, namun kita tidaklah berkata-kata, kecuali apa yang diridhai oleh Rabb kita. Dan kami dengan perpisahan ini - wahai Ibrahim – sungguh benar-benar bersedih.” (HR. Bukhari: 1303 dan Muslim: 2315)


🌻 BERSYUKUR

Agar kita mendapatkan pahala berlimpah, saat mendapatkan ujian, selain bersabar, kita juga bisa menghadapinya dengan bersyukur.

Bagaimana caranya? Kita bandingkan ujian kita dengan orang-orang yang mendapat ujian jauh lebih berat dari kita.


Rasulullah Shallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:


انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ؛ فَإِنَّهُ

 أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ


"Lihatlah kepada orang-orang yang di bawah kalian (lebih susah), dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena sesungguhnya yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (HR. At-Tirmidzi: 2513)


Kalau kita melihat kehidupan orang lain, niscaya akan kita dapati banyak orang yang jauh lebih berat ujiannya dibanding kita. Kalau misalnya sekarang kita kehilangan anak, di sana ada orang yang kehilangan semuanya: suami/istri, ayah, ibu, anak, rumah, dll. Kita tentu masih ingat musibah tsunami yang melanda Aceh sekian tahun silam. Atau, musibah lainnya di negeri kita dan di dunia pada umumnya. Banyak yang kehilangan segalanya (keluarga, tempat tinggal, dll.)


Dengan begitu, kita masih bisa bersyukur dengan ujian yang sedang kita hadapi. Alhamdulillah, kita masih diberi kesehatan, masih diberi tempat tinggal, masih diberi saudara dan teman yang baik, dan masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup dan memperbanyak bekal menuju kampung akhirat.


Insya Allah, dengan bersyukur, pahala besar dan kenikmatan hidup akan datang menghampiri kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya  Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim [14]:7)


🌸 MENGAMBIL PELAJARAN

Sebisa mungkin kita ambil pelajaran dari ujian yang sedang menimpa kita. Kita coba tanyakan diri kita: “Kira-kira, apa pelajaran yang bisa saya ambil dari ujian saya ini? Apa hikmahnya?”


💦Mungkin selama ini kita kurang bersyukur.

 💦Mungkin selama ini kita merasa sombong.

💦Mungkin selama ini kita banyak dosa.

💦Mungkin selama ini kita lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 💦Dll.


Setelah itu, kita coba memperbaiki diri di waktu-waktu yang masih tersisa ini.


🔥MENATAP MASA DEPAN

Hidup kita di dunia ini sangat singkat. Maka, sangat disayangkan kalau kita harus melewatinya dengan kesedihan dan duka cita.

Yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Kita ambil pelajarannya, kemudian kita lupakan.


Sekarang, kita hadapi hidup hari ini dengan sebaik mungkin. Kita gunakan kesempatan yang masih diberi ini untuk mempersiapkan bekal menuju kampung akhirat.


Semoga kita semua dikumpulkan kembali di Surga bersama orang-orang yang kita cintai.


Amiin.. 


✍️Muhammad Mujianto 


Dikutip dari buku "SUKSES DAN BAHAGIA BERSAMA SURAT AL-FATHAH".


Insya Allah, segera terbit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar