Laman

Jumat, 26 Desember 2025

PARE

 


✍️ CATATAN AKHIR PEKAN


💦PARE


Tadi pagi, ba'da Subuh, saya berangkat dari Ciomas Bogor menuju rumah mertua di Bekasi. Seperti biasa, saya istirahat  sejenak di Metland Cileungsi. 


Pagi ini, saya pilih untuk makan siomay. Tiba2, saat sedang makan, muncul ide bikin tulisan tentang pare.


Jadi, begini..


Dulu, saya tidak suka makan pare. Makanya dulu kalau beli siomay, tidak pernah pakai pare. Saya pilih yang lain.


Alasannya jelas. Rasanya pahit. Saya yakin, banyak orang tidak suka pare karena rasanya yang pahit.


Tapi sekarang beda. Saya jadi suka pare. Kalau beli siomay, pare selalu jadi pilihan utama. Bahkan paling banyak porsinya.


Kenapa saya jadi suka pare?


Begini ceritanya..


Sekitar dua tahun lalu, saat sedang menurunkan kadar gula darah yang tinggi (386 mg/dL), ada teman yang memberi saran untuk minum jus pare. Katanya, itu saran dari ahli herbal. Logikanya begini:  Gula kan manis. Maka, diantara cara menetrasilirnya adalah dengan yang pahit2.


Mmm... Sepertinya masuk akal juga..🤔


Saya pun kemudian tertarik untuk mecobanya. Pagi hari, setelah sarapan, saya coba minum segelas jus pare. 


Ternyata benar. Gula darah saya turun lumayan jauh. Saya lupa angka pastinya.


Semenjak itu, kalau gula darah saya sedang tinggi, saya coba menurunkannya dengan minum jus pare. Pernah juga, pare mentah saya potong2, kemudian saya makan sedikit demi sedikit.



✍️ MENGAMBIL PELAJARAN

Dari sini, saya mengambil pelajaran begini. Rasa suka terhadap sesuatu bisa dimunculkan dengan cara mencari tahu tentang manfaat dari sesuatu itu. Semakin banyak manfaat yang kita ketahui, maka nanti kita akan semakin suka.


Misalnya saja bahasa Arab. Kalau orang belum tahu manfaat belajar bahasa Arab, maka dia tentu tidak ada keinginan untuk mempelajarinya. 


Tapi, kalau dia tahu bahwa banyak manfaat dari belajar bahasa Arab, insya Allah, dia akan semangat untuk mempelajarinya. 


Misalnya, dia tahu kalau dengan bahasa Arab...


💦Dia jadi paham bacaan shalat yang dia ucapkan. Shalatnya jadi lebih berkualitas.


💦Dia jadi mengerti doa dan zikir yang dia panjatkan. Dia jadi lebih menghayati saat sedang berzikir dan berdoa.


💦Baca Al Qur'an juga jadi lebih nikmat, karena paham makna ayat yang dibaca.


Insya Allah, dia akan tergerak untuk belajar. Apalagi di daerahnya ada majelis belajar bahasa Arab. Gratis pula. Ada kopi dan gorengan gratis pula😁


Kalau ini, saya sudah membuktikannya. Sekarang, saya jadi suka belajar bahasa Arab. Terutama belajar Nahwu dan Shorof. Padahal dulu tidak pernah sama sekali kepikiran untuk belajar bahasa Arab.


Kita bisa coba juga cara ini untuk amal kebaikan lainnya. Misalnya shalat berjamaah di masjid dan sedekah. Supaya kita lebih cinta shalat berjamaah di masjid dan sedekah, coba kita cari tahu manfaatnya. Kita baca ayat2 dan hadits tentang keutamaannya.


Insya Allah, kita akan semakin tergerak untuk semangat mengerjakannya.


Gimana, berani coba❓


✍️ Bekasi, Sabtu 27 Desember 2025

@MuhammadMujianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar